Cerita Bekas Prajurit Majapahit Bertarung Lawan Sunan Bonang Selama 7 Hari

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 21 September 2021 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 20 337 2474335 cerita-bekas-prajurit-majapahit-bertarung-lawan-sunan-bonang-selama-7-hari-aO6IshQplg.jpg Sunan Bonang (Foto: Illustrasi Sindonews)

Masyarakat diharuskan untuk menyetorkan separuh lebih hasil panennya kepada Blacak Ngilo. Tak hanya itu, setiap rakyatnya yang mempunyai anak perawan perempuan agar dipersembahkan untuk dijadikan selirnya. Rakyat pun mulai resah, apalagi setiap malam bulan purnama harus disediakan darah segar manusia, untuk dijadikan tumbal guna menambah kesaktiannya.

Kabar ini pun terdengar ke telinga Sunan Bonang, ia pun mengutus seorang santrinya menemui Blacak Ngilo, yang intinya mengingatkannya agar tidak lagi sewenang-wenang terhadap rakyatnya. Tak hanya itu, Sunan Bonang juga mengajak Blacak Ngilo untuk tidak menyembah berhala dan mengikuti ajaran Islam yang lurus dan benar.

Baca juga:  Lempar Batu ke Watu Layar Peninggalan Sunan Bonang Bisa Kaya?

Mendengar perkataan utusan Sunan Bonang tersebut, Blacak Ngilo langsung menebas leher santri Sunan Bonang, hingga tewas seketika. Konon tempat pemenggalan leher utusan Sunan Bonang ini sampai sekarang diabadikan menjadi sebuah desa bernama Pangulu, berasal dari kata penggal gulu, atau penggal leher dalam bahasa Indonesia. Wilayah tersebut masuk Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro.

Merasa diremehkan, Blacak Ngilo kemudian mengirim surat tantangan kepada Sunan Bonang agar datang berhadapan dengannya untuk adu kesaktian. Sunan Bonang menyanggupi tapi ia meminta beberapa persyaratan.

Bila Sunan Bonang kalah ia rela menjadi pengikut Blacak Ngilo. Tapi bila sebaliknya Sunan Bonang menang Blacak Ngilo kalah ia harus meninggalkan perbuatan buruknya dan harus masuk islam. Kedua belah pihak pun setuju.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini