Cegah Masuknya Varian Baru, Luhut: TNI-Polri Jaga Ketat Jalur Tikus

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 20 September 2021 17:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 20 337 2474185 cegah-masuknya-varian-baru-luhut-tni-polri-jaga-ketat-jalur-tikus-xC9fxJo3Hm.jpeg Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Sebagai upaya untuk mencegah masuknya varian baru Covid-19, pemerintah akan mengerahkan personel TNI-Polri untuk meningkatkan pengawasan di jalur-jalur tikus perbatasan wilayah Indonesia.

“Pemerintah juga meningkatkan kapasitas karantina dan testing terutama di pintu masuk darat. Aparat TNI dan Polri akan ditugaskan untuk melakukan peningkatan pengawasan di jalur-jalur tikus baik di darat maupun laut yang jumlahnya besar beberapa ratus,” ungkap Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Marinvest) Luhut Binsar Pandjaitan dalam Konferensi Pers secara virtual, Senin (20/9/2021). 

Apalagi, kata Luhut, Presiden Jokowi telah mengingatkan agar tidak agar tetap waspada dan hati-hati karena banyak negara yang kasus Covid-19 kemudian naik lagi dengan cepat.

“Nah ini yang harus kita waspadai. Risiko peningkatan kasus masih tinggi dan dapat terjadi sewaktu-waktu. Salah satu risiko berasal dari luar negeri. Terutama melihat tingginya angka kasus di negara tetangga,” ucapnya.

Baca juga: Catat! Ini Daftar Daerah Uji Coba Anak Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Mal

“Kita tidak juga ingin kecolongan lolosnya varian baru seperti MU dan Lambda masuk ke Indonesi. Oleh karena itu pemerintah akan membatasi pintu masuk perjalanan internasional ke Indonesia. Dan memperketat proses karantina bagi WNA maupun WNI yang datang dari luar negeri,” sambung Luhut.

Luhut mengatakan saat ini untuk jalur udara pintu yang dibuka hanya di Jakarta dan Manado. Sementara Laut di Batam dan Tanjung Pinang. Sementara darat hanya melalui Aruk, Entikong, Nunukan dan Motain. 

“Ini kita belajar dari peristiwa yang lalu. Dimana kita juga melakukan mungkin kesalahan. Kita tidak ingin melakukan kesalahan itu lagi. Proses karantina dijalankan dengan ketat dengan waktu karantina 8 hari melakukanPCR sebanyak 3 kali. Pemerintah meningkatkan kantina dan testing di pintu masuk darat,” jelas Luhut. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini