6 Fakta Sosok di Balik Tewasnya Ali Kalora, Hampir Ditembak Teroris Usai Sholat Subuh

Mohammad Adrianto S, Okezone · Senin 20 September 2021 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 20 337 2474135 6-fakta-sosok-di-balik-tewasnya-ali-kalora-hampir-ditembak-teroris-usai-sholat-subuh-1BM90eQoQe.jpeg Irjen Rudy Sufahriadi. (Foto: Dok Okezone.com)

JAKARTA - Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora tewas dalam baku tembak yang terjadi pada Sabtu (18/9/21). Kabar ini sudah dikonfirmasi oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. 

Ada sosok Irjen Rudy Sufahriadi di balik keberhasilan operasi ini, berikut sejumlah faktanya:

1. Aksi Cekatan Irjen Rudy Sufahriadi

Tewasnya Ali Kalora tidak lepas dari sosok Irjen Rudy Sufahriadi yang memimpin Satgas Madago Raya. Dirinya bersama Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf menelik lokasi penangkapan Ali Kalora di Pegunungan Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. 

Berkat aksi cekatannya, Tim Operasi Madago Raya berhasil melumpuhkan kedua kelompok Mujahidin Indonesia timur yang sudah lama dalam Daftar Pencarian Ornag (DPO). 

Irjen Rudy diangkat menjadi jenderal bintang dua pada 25 Agustus 2021, lalu mengemban amanat sebagai Kapolda Sulteng.

2. Pernah Menjabat Kepala Densus 88 

Rekam jejak Irjen Rudy Sufahriadi memang tidak lepas dari penanganan teroris. Meskipun saat ini menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, terdapat sejumlah jabatan yang pernah dia kepalai, yaitu:

- Kepala Unit Reserse Brimob Direktorat Serse Polda Metro Jaya (1997)

- Komandan Batalyon A Satuan Brimob Polda Papua (2000)

- Wakil Kepala Satuan Brimob Polda Maluku (2001)

- Wakil Kepala Satuan I Gegana Korps Brimob Polri (2004)

- Kepala Kepolisian Resor Poso (2005)

- Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya (2007)

- Kepala Densus 88 Anti-Teror Polda Metro Jaya (2007)

- Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara (2009)

- Perwira Menengah Densus 88 Anti-Teror Polri (2010)

- Direktur Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (2010)

- Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (2016)

- Kepala Korps Brimob Polri (2018)

- Asisten Operasi Kapolri (2019)

- Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat (2019)

- Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri (2020)

- Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (2021)

3. Hampir Kena Tembak

Rudy Sufahriadi hampir menjadi korban penembakan teroris, 2 bulan setelah dia menjabat sebagai Kapolres Poso.

Pada 24 Januari 2006, setelah dirinya melakukan sholat subuh berjamaah di Masjid Raya Poso, Rudy ditembak dari jarak dekat oleh salah satu dari dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor RX King. Namun, dirinya dalam kondisi sigap dan berhasil menghindari tembakan tersebut.

Identitas kedua teroris tersebut baru terungkap bertahun-tahun kemudian. Pelaku yang menembak Rudy adalah Enal Tao, sementara yang membawa motor adalah Yono Sayur.

4. Ali Kalora Petinggi MIT yang Tersisa

Ali Kalora merupakan petinggi MIT yang tersisa di Poso, Sulawesi Tengah, semenjak Santoso alias Abu Wardah tewas dalam penyergapan pada 2016 lalu.

Kelompok teroris MIT mengalami pengurangan jumlah anggota, karena mayoritas telah ditangkap atau tewas dalam baku tembak dengan pasukan gabungan TNI-polisi dalam operasi Tinombala.

5. Masih Tersisa 4 DPO

Kendati demikian, teroris MIT masih memiliki setidaknya 4 anggota yang belum ditemukan hingga saat ini. Irjen Rudy Sufahriadi mengultimatum 4 orang tersisa unfuk menyerahkan diri

"Kami kembali menghimbau kepada empat sisa DPO teroris Poso untuk sebaiknya segera menyerahkan diri secara baik-baik dan berani mempertanggung jawabkan perbuatannya dihadapan hukum," kata Rudy. 

4 orang yang dimaksud adalah Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Muklas, Suhardin alias Hasan Pranata, dan Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini