Penanganan Covid-19 Indonesia Terbaik di Dunia, Kemenkes: PPKM Tekan Laju Penularan

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 20 September 2021 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 20 337 2474097 penanganan-covid-19-indonesia-terbaik-di-dunia-kemenkes-ppkm-tekan-laju-penularan-FsRZRbYFaE.jpg Jubir Kemenkes Siti Nadia (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Kasus Covid-19 di Tanah Air terus mengalami penurunan bahkan kini mulai terkendali. Bahkan, penanganan Covid-19 Indonesia juga diapresiasi dunia. Salah satunya dari John Hopkins University yang mengungkapkan bahwa penanganan pandemi di Indonesia salah satu terbaik di dunia.

Merespon hal ini, Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan proses penanganan Covid-19 sejak terjadi gelombang kedua pada Juli lalu.

“Kita ketahui bahwa pada bulan Juli itu kita sempat pada posisi yang sedang tinggi-tingginya ya kalau kita lihat pola terjadinya wave kedua kita sampaikan di bulan Juli itu kan sangat berbeda dengan wave pertama di bulan Desember,” kata Nadia dalam keterangannya, Senin (20/9/2021).

“Di mana di bulan Juli itu hanya butuh 3 Minggu saja, kemudian untuk kasus kita itu mencapai angka puncaknya lebih dari 50.000 kasus mendekati 60.000 kasus,” imbuhnya.

Baca juga: Singapura Catat Rekor 1.012 Kasus Baru Covid-19, Negeri Singa Gagal 'Bersahabat' dengan Corona?

Nadia mengatakan peningkatan kasus pada bulan Juli lalu tidak securam puncak kasus pada Desember 2020. “Kalau di Desember kita bisa lihat itu kurang lebih penting katanya tidak securam itu, hampir satu setengah bulan baru kemudian mencapai puncak. Dan puncaknya juga paling tinggi pada waktu itu pada angka di bawah 20.000 di sekitar 16.000 kasus. Nah jadi peningkatan ini yang hampir 4 kali lipat dibandingkan dengan mengisi Juli ini yang merupakan sesuatu lonjakan yang sangat luar biasa,” terang dia.

Baca juga: Indonesia Wajib Waspada meski Kasus Covid-19 Terus Menurun, Tengok Singapura!

Kemudian, kata Nadia, pemerintah menarik rem darurat pada Juli dengan melaksanakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat dengan membatasi mobilitas masyarakat.

“Nah, kemudian kita tahu di Juli kita melakukan PPKM, artinya kita menarik rem darurat untuk kemudian sangat membatasi mobilitas masyarakat. Dan kemudian kita ketahui berupaya untuk meningkatkan 3T kita, testing, tracing dan treatment. Kemudian kita mencoba menguatkan di hilir untuk pengobatannya,” katanya.

Nadia mengatakan dari kebijakan PPKM itu, terlihat penurunan kasus itu sudah mulai terjadi sejak 15 Juli hingga saat ini dengan menerapkan PPKM berlevel di berbagai daerah di Tanah Air.

“Artinya dengan pelaksanaan PPKM tersebut dan kombinasi 3T dan penguatan pengobatan di hilir tadi ini kita bisa langsung menekan laju penularan dan segera mengendalikan kondisi tersebut,” tuturnya.

Baca juga: Satgas Covid-19 Wajibkan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri Gunakan PeduliLindungi

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini