Ketua Satgas IDI Sebut Varian Delta Mengancam Rencana "Hidup dengan Covid-19" ala Singapura

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 20 September 2021 09:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 20 337 2473887 ketua-satgas-idi-sebut-varian-delta-mengancam-rencana-hidup-dengan-covid-19-ala-singapura-ZbxtJ2aFjW.jpg Foto: Illustrasi Freepick

JAKARTA - Ketua Satuan Tugas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban mengungkapkan, Singapura yang sudah merencanakan hidup berdampingan dengan Covid-19 kini kembali terancam oleh kenaikan kasus akibat varian Delta.

Singapura, kata Zubairi, terjadi penambahan lonjakan sebesar 1.012 kasus baru Covid-19. Ini tercatat tertinggi sejak April 2020 lalu.

“Delta mengancam rencana “hidup dengan Covid-19” ala Singapura: Muncul 1.012 kasus baru. Tertinggi sejak April 2020,” katanya lewat sosial media pribadinya, Senin (20/9/2021).

Baca juga:  3.000 Orang Positif Covid-19 Bisa Masuk Mal, Sekda Bandung Panggil Kepala Dinas

Zubairi mengatakan, lonjakan kasus terjadi akibat adanya klaster Covid-19 yang berasal dari pusat belanja, tempat kerja, hingga stasiun. “Klaster berasal dari pusat belanja, tempat kerja, hingga stasiun,” paparnya.

Kini, kata Zubairi, kebutuhan oksigen untuk pasien Covid-19 pun meningkat sejalan dengan tingkat bed occupancy ratio (BOR) di Singapura yang meningkat meskipun belum dinyatakan krisis.

“Pasien yang butuh oksigen meningkat. RS diklaim belum krisis,” katanya.

Baca juga:  Update Corona 19 September 2021: Positif 4.190.763 Orang, 3.989.326 Sembuh & 140.468 Meninggal

Zubairi mengatakan, situasi Covid-19 di Singapura mirip dengan Israel. Dimana di negara itu sempat dinyatakan sebagai negara yang paling aman dari Covid-19, kini harus dihantam lonjakan kasus. “Situasinya (di Singapura) mirip Israel,” sambungnya.

Sebelumnya, Zubairi pun telah mengingatkan agar Indonesia waspada dan berkaca dari penanganan Covid-19 di negara lain. Selain itu, dia mengingatkan untuk mempersiapkan kapasitas layanan kesehatan untuk mengelola potensi lonjakan kasus.

“Kita harus mempersiapkan juga kapasitas layanan kesehatan untuk mengelola lonjakan kasus di masa depan. Mitigasi ini harus ada,” kata Zubairi.

Kasus Covid-19 di Tanah Air yang mulai membaik, kata Zubairi, harus dijadikan momentum untuk mempersiapkan transisi namun tidak boleh menurunkan kewaspadaan.

“Saya rasa situasi yang membaik ini momentum yang pas untuk mempersiapkan transisi. Ya syaratnya harus ada koordinasi yang solid semua pihak dan tidak boleh menurunkan kewaspadaan. Kalau longgarnya kebablasan, bisa-bisa malah menjadi hiperendemi, alih-alih menuju endemi,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini