MUI: Dai Berperan Besar Bantu Pemerintah Tangani Pandemi Covid-19

Widya Michella, MNC Media · Minggu 19 September 2021 23:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 19 337 2473766 mui-dai-berperan-besar-bantu-pemerintah-tangani-pandemi-covid-19-ohi18j3y1B.jpg Foto: Istimewa

“Awalnya aplikasi ini hanyalah berisi konten-konten music, joget-joget. Kini banyak sekali konten yang memberikan informasi misalnya kesehatan, entrepreneur. Para pebisnis memberikan tips-tips bisnis, lalu viral. Nah konten dakwah juga bisa dengan mudah viral di Tik-Tok sehingga bisa cepat tersampaikan ke seluruh masyarakat,” terang Ustadz Syamsuddin Nur.

Menurut Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika, Henri Subiakto, media sosial menjadikan dai sebagai influencer yang paling berpengaruh bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Kyai-Kyai selama ini menjadi influencer, minimal di tingkat lokal, di masjid, di pesantren. Nah kini berkembang di konten-konten media sosial, di berbagai forum-forum yang bisa diakses oleh seluruh masyarakat,” ujar Henri.

Baca juga: Kemenag Harapkan Catatan Sejarah Bangsa Indonesia Bisa Dimasukan dalam Materi Dakwah

Henri mengambil contoh dampak besar dari pengaruh dai yaitu dalam sosialisasi vaksin Covid-19. Sedari awal, program vaksinasi banyak mendapat penolakan di kalangan masyarakat, terutama masyarakat dari kelompok tradisional.

Saat itu, lanjutnya, bahkan masih banyak masyarakat tidak percaya adanya keberadaan Covid-19. Gelombang penolakan masyarakat perlahan surut, salah satunya berkat peran dai yang terus mengajak masyarakat untuk vaksin agar tercapai herd immunity, sehingga kini perlahan keadaan Indonesia semakin baik menghadapi pandemi.

Baca juga: Gus Azmi dan Ahkam: Anak Muda yang Baik Ciptakan Lingkungan yang Baik Pula

“John Hopkins University di Amerika merilis, Indonesia sekarang petanya sudah warna biru karena sudah mengalami penurunan yang luar biasa setelah sebelumnya penularan di Indonesia sangat tinggi, bahkan pernah kita menjadi nomor satu di dunia dari sisi penularan dan juga dari korban-korban yang jatuh,” terang Henri.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini