5 Pabrik Narkoba Digerebek Aparat, dari Rumah Mewah hingga Kontrakan

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Senin 20 September 2021 06:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 19 337 2473716 5-pabrik-narkoba-digerebek-aparat-dari-rumah-mewah-hingga-kontrakan-Qh2WspbIoS.jpg Aparat menggerebek pabrik narkoba rumahan di Bandung. (Dok Okezone)

NARKOBA memiliki banyak dampak negatif untuk kejiwaan dan tubuh. Melansir dari beberapa sumber, narkoba dapat menyebabkan dehidrasi, halusinasi, hipertermia, menurunnya kesadaran, dan bahkan kematian. Di Indonesia, penggunaan obat-obatan ini dilarang secara tegas.

Namun, masih banyak orang yang melanggar dan menjadi korban dari obat-obatan terlarang ini. Bahkan, beberapa oknum secara diam-diam membangun pabrik narkoba di beberapa tempat yang sulit diidentifikasi. Berikut ini adalah daftar pabrik narkoba yang berhasil digerebek aparat, sebagaimana dirangkum pada Senin (20/9/2021) :

1. Tangerang, Banten

Pada 1 September 2021, Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat menggerebek rumah mewah di Tangerang yang dijadikan tempat produksi sabu. Penggerebekan ini merupakan bentuk pengungkapan kasus dari pengembangan penyelidikan kepolisian dari salah satu tersangka yang ditangkap di kawasan Kalideres, Jakarta Barat. Dua orang yang berada di lokasi saat itu diamankan oleh polisi.

2. Denpasar, Bali

Terungkapnya pabrik narkoba rumahan di Denpasar dimulai dari ditangkapnya tersangka saat mengendarai motor dan membuang sebuah botol yang berisi lima butir ekstasi. Polisi sudah mengintai tersangka lalu melakukan pengejaran. Pabrik narkoba rumahan di Denpasar yang menghasilkan ratusan pil ekstasi digerebek oleh polisi pada Juli lalu. Polisi menemukan alat dan bahan baku yang digunakan untuk memproduksi ekstasi. Tersangka juga mengakui sudah melakukan pekerjaan illegal ini selama empat bulan.

Baca Juga : Polda Metro Bongkar Industri Rumahan Ganja Sintetis, Barang Bukti 157 Kg Narkoba

3. Arcamik, Bandung

Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek pabrik narkoba di Jalan Cingised, Komplek Pemda, Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung pada Minggu 23 Februari 2020. Pabrik tersebut berada di empat rumah yang ternyata merupakan aset milik Pemerintah Kota Bandung. Rumah ini berada di pojok dan bersembunyi dengan lokasi yang gelap gulita. Di rumah ini, BNN menemukan sebanyak kurang lebih 2 juta pil diduga narkoba. Rumah ini tidak diketahui pemiliknya karena warga setempat, RT, dan RW memberikan keterangan bahwa pemilik belum pernah melapor.

4. Johar Baru, Jakarta Pusat

Polres Metro Jakarta Pusat berhasil mengetahui pabrik ekstasi yang sudah berjalan selama lima bulan. Dari temuan kepolisian, ineks yang dijual oleh pelaku merupakan ineks palsu karena menggunakan bahan-bahan obat diazepam, cloriflex, dan pil kina yang dapat menyebabkan halusinasi. Pelaku juga menggunakan spidol untuk mewarnai pil ineks tersebut. Pelaku menggunakan bahan-bahan ini untuk memperoleh keuntungan yang berkali lipat. Dari perbuatannya, pelaku yang berjumlah tiga orang ini dikenakan pasal 60 ayat 1 b subsider pasal 62 UU RI No 5 Tahun 1997 tentang psikotropika.

5. Cipedes, Tasikmalaya

Pemilik rumah di Cipedes, Tasikmalaya tidak menyangka dua rumah yang dikontrakannya kepada seseorang selama dua tahun diduga digunakan sebagai pabrik pembuatan narkoba. Kasus ini diungkap melalui penggerebekan oleh sejumlah petugas BNN yang menggunakan pakaian preman. Dari penggerebekan ini, petugas menemukan 700.000 butir obat illegal, mein atau alat untuk produksi, dan bahan baku pembuatan obat. Polres Tasikmalaya Kota menetapkan enam tersangka setelah proses pemeriksaan. (diolah dari berbagai sumber/Ni Ketut Candra Puspita/Litbang MPI)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini