Menko PMK: Keamanan Nakes di Papua Harus Dipertebal Pasca Diserang KKB

Fahreza Rizky, Okezone · Minggu 19 September 2021 06:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 19 337 2473518 menko-pmk-keamanan-nakes-di-papua-harus-dipertebal-pasca-diserang-kkb-MtyuR3NnDL.jpg Menko PMK, Muhadjir Effendy (Foto: Okezone)

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy menegaskan perlindungan keamanan tenaga kesehatan (nakes) harus dipertebal pasca insiden penyerangan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Namun demikian, Muhadjir berpendapat petugas pelayanan publik atau nakes di Papua tidak perlu ditarik total pasca serangan KKB ini. Pasalnya, skenario KKB untuk menciptakan ketakutan dan teror justru akan berhasil jika petugas publik di sana ditarik total.

Yang perlu dilakukan, kata dia, ialah petugas yang lama ditarik terlebih dahulu, lalu digantikan dengan petugas yang baru. Kemudian pengamanan kepada nakes harus dipertebal agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

"Apa yang dikakukan anggota KKB itu adalah perilaku sadis yang sama sekali tidak bisa ditoleransi," ujar Muhadjir saat dihubungi MNC Portal, Minggu (19/9/2021).

"Target teror mereka memang agar terjadi efek horor kepada para petugas pelayanan publik. Bila petugas pelayan publik ditarik total berarti skenario mereka berhasil. Sebaiknya petugas yang lama ditarik dulu digantikan dengan petugas baru namun harus dibarengi dengan pengetatan dan penebalan pengamanan terhadap mereka," tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Daeng M. Faqih meminta pemerintah dan aparat keamanan menarik tenaga kesehatan di Papua ke tempat yang lebih aman. Hal itu penting agar tidak ada nakes lagi yang menjadi korban kebiadaban KKB.

"Meminta kepada pemerintah dan aparat keamanan untuk sementara menarik tenaga kesehatan ke tempat yang lebih aman," ujar Daeng melalui keterangan tertulis.

Sejumlah nakes dilaporkan menjadi korban serangan KKB di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua. Salah satunya bahkan tewas, yakni Gabriela Meilani. KKB yang melakukan penyerangan adalah pimpinan Lamek Taplo.

Jenazah nakes Gabriela akhirnya berhasil dievakuasi dari jurang oleh petugas gabungan. Bahkan saat proses evakuasi aparat keamanan masih mendapatkan serangan tembakan dari kelompok separatis tersebut.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini