Sepak Terjang Ali Kalora, Penggal Kepala Warga hingga Buron Setahun

Fahreza Rizky, Okezone · Minggu 19 September 2021 05:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 19 337 2473506 sepak-terjang-ali-kalora-penggal-kepala-warga-hingga-buron-setahun-i4kYvAqJ5Z.jpg Pemimpin MIT Ali Kalora, kini tewas ditembak aparat (Foto: Ist)

JAKARTA — Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora dikabarkan tewas ditembak aparat saat terjadi kontak senjata di Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Kabar tewasnya Ali Kalora dikonfirmasi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD melalui akun Twitternya.

"Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora yang pernah menggegerkan karena menyembelih banyak warga dengan sadis di Sulteng, setelah buron hampir setahun, hari ini ditembak mati oleh Densus AT/88. Ia ditembak bersama seorang anak buahnya yang bernama Ikrimah. Masyarakat harap tenang," cuit @mohmahfudmd, Sabtu (18/9/2021).

Dihimpun dari berbagai sumber, Ali Kalora merupakan pemimpin MIT pengganti Santoso yang telah ditembak mati beberapa tahun lalu. MIT terafiliasi atau telah menyatakan sumpah setia kepada ISIS.

Ali Kalora dengan pengikutnya yang semakin kecil kerap bersembunyi di hutan belantara di sekitar Poso dan Parigi Moutong. Pelariannya harus terhenti setelah ditembak mati oleh Satgas Madago Raya.

Ali Kalora lahir di Poso. Ia memiliki seorang istri yang bernama Tini Susanti Kaduka, alias Umi Farel. Nama Kalora pada namanya, diambil dari desa tempatnya dilahirkan.

Ali Kalora dikenal dekat dengan Santoso. Dengan berbekal kedekatan itu ia akhirnya didapuk menjadi pemimpin MIT.

Kelompok MIT pimpinan Ali Kalora juga pernah memenggal sejumlah warga di perkampungan. Presiden Jokowi bahkan sampai angkat bicara agar jajarannya mengejar kelompok tersebut.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini