6 Fakta Tukang Gali Kubur Temukan Harta Karun Purbakala, Berat Emasnya Mencengangkan

Agnes Teresia, Okezone · Sabtu 18 September 2021 19:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 18 337 2473363 6-fakta-tukang-gali-kubur-temukan-harta-karun-purbakala-berat-emasnya-mencengangkan-5Mysi4gv1y.jpg Penemuan harta karun di Bima. (Foto: Edy Gustian)

BIMA - Penemuan harta karun yang diduga peninggalan kerajaan purbakala menghebohkan warga Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Barang-barang tersebut ditemukan 3 penggali kubur, Ibrahim, Ramli dan Robi Mas’ud saat mereka menggali tanah dengan kedalaman berkisar 2 meter.

Berikut fakta-fakta mengenai penemuan harta karun tersebut:

1. Benda yang Ditemukan

Harta karun yang ditemukan berupa cincin emas, cincin perak, gelang dan anting emas. Semua benda tersebut secara tak sengaja di kawasan pemakaman umum Cuhi Pangga Pupa. 

Selain benda-benda itu, ditemukan pula tengkorak di antara harta karun tersebut. Awalnya mereka sempat terkejut begitu melihat tengkorak ketiga menggali kubur. Namun saat memeriksa bagian samping tengkorak tersebut, mereka mendapati benda-benda tersebut. 

2. Bernilai fantastis

Benda-benda itu pun sempat diperiksa ke toko perhiasan dan untuk cincinnya saja seberat 25 gram emas. Sementara yang lain belum dipastikan berapa beratnya.

Baca juga: 800 Artefak Curian Ditemukan di Italia, Bernilai Rp189 Miliar

3. Dibagi Bertiga

Barang-barang penemuan itu kemudian dibagi bertiga. Ibrahim mendapat dua cincin, Ramli memperoleh cincin dan anting, sementara Mas'ud memperoleh gelang dan anting. 

4. Pemerintah Turun ke Lokasi

Kepala Seksi Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bima Munawar mengatakan, penemuan itu cukup menghebohkan.

Pihaknya langsung turun untuk menginvestigasi temuan masyarakat itu. Ibrahim salah satu penemu benda purbakala itu sempat terkejut begitu melihat tengkorak yang di sampingnya ada benda-benda tersebut.

5. Diminta Menjual ke Pemerintah

Munawar menyarankan kepada tiga penemu untuk menjual benda-benda itu ke pemerintah. “Kami sudah sampaikan kepada mereka agar jika ingin menjual, ya dijual ke pemerintah. Jangan ke orang lain,” ucapnya.

6. Bukan yang Pertama Kali

Penemuan benda purbakala itu bukan yang pertama kali. Sebelumnya, warga sekitar juga pernah menemukan mata tombak, tusuk konde, dan lainnya. Hanya saja, benda-benda tersebut ada yang dikoleksi sendiri, ada juga yang dijual ke kolektor.

Menurut masyarakat, Cuhi adalah penguasa kawasan utara, artinya kawasan kerajaan lama sehingga sering ditemukan benda-benda purbakala.

Pemerintah Kota Bima sudah melaporkan penemuan itu ke Balai Pelestarian Cagar Budaya Bali.

“Sudah kami laporkan hal itu dengan harapan ditindaklanjuti,” ujar Munawar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini