Diundang Joe Biden, Presiden Jokowi Hadiri Pertemuan MEF 2021 secara Virtual

Erfan Maaruf, iNews · Sabtu 18 September 2021 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 18 337 2473276 diundang-joe-biden-presiden-jokowi-hadiri-pertemuan-mef-2021-secara-virtual-S1dNnL2Djz.jpg Presiden Jokowi hadiri MEF 2021 secara virtual. (Foto: Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi satu dari sepuluh kepala negara yang mengikuti Major of Economies on Energy and Climate 2021 yang digelar secara virtual, Jumat (17/9/2021). Salah satu pokok pembahasan dalam forum tersebut ialah energi baru terbarukan. 

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Mahendra Siregar mengatakan, Presiden Amerika, Joe Biden telah mengundang sejumlah negara-negara utama untuk hadir pada pertemuan, termasuk Presiden Jokowi. 

"Selain 10 kepala pemerintahan ada juga Presiden Komisi Eropa, Presiden Dewan Eropa, serta Sekretaris Jenderal PBB," katanya melalui konferensi pers, Sabtu (18/9/2021).  

Pertemuan tersebut untuk menggalang kerja sama negara-negara utama untuk langkah-langkah konkret yang ambisius untuk mewujudkan ambisi ataupun target dari pertemuan Conference of Parties (COP26) di Glasgow bulan November mendatang. 

Baca juga: Istana: Jokowi Berkomitmen Terus Tingkatkan Pelayanan Publik

Tujuan secara spesifik adalah memastikan bahwa perubahan suhu dunia tidak melebihi satu setengah derajat celsius.  

Fokus utama dalam agenda tersebut penyampaian apa yang disebut dengan Nationally Determined Contribution (NDC), yaitu komitmen masing-masing negara yang disampaikan dalam kerangka rencana program dan tujuan untuk mengatasi perubahan iklim.

Secara khusus sesuai dengan fokus dari pertemuan malam ini adalah terkait dengan transisi ke energi baru dan terbarukan.

Selain itu pada pertemuan tersebut mendukung apa yang disebut dengan global methane pledge, yaitu kesepakatan atau suatu janji bersama untuk juga mengatasi emisi yang disebabkan oleh gas metan. 

"Bapak Presiden menyampaikan secara umum mendukung langkah tadi dengan menyarankan agar seluruh prosesnya dilakukan secara terbuka melalui mekanisme yang transparan dan bersifat partisipatif. Dalam konteks Indonesia sendiri, penurunan gas metan sudah dicakup di dalam NDC Indonesia yang juga sudah di-update dan disampaikan kepada PBB ataupun UNFCCC," ucap Mahendra.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut yaitu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, dan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini