Ketika Prajurit Kopassus Dijuluki Bapak Maleo di Papua

Mohammad Adrianto S, Okezone · Sabtu 18 September 2021 07:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 17 337 2473156 ketika-prajurit-kopassus-dijuluki-bapak-maleo-di-papua-EUip1Yavt8.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

Prajurit Kopassus memahami bahwa kunci utama merebut hati warga dengan cara komunikasi yang baik, menyetarakan pandangan, serta menghargai dan menyayangi layaknya manusia.

Letda Gondolpus Borlak merupakan salah satu prajurit yang ditugaskan di pos Timika, Papua, pada 1996 dengan tujuan meraih simpati rakyat Papua dan membangun jaringan informasi di tiap kecamatan.

Selama bertugas di Papua, menurut Borlak, kehidupan masyarakat Papua masih banyak tertinggal. "Orang pedalaman itu ada yang belum pernah sampai ke Merauke. Ada juga yang belum pernah melihat mobil secara fisik itu seperti apa. Bukan itu saja, sampai sekarang pun seperti itu," ujar Borlak.

Borlak dan rekannya Kolonel Pomiman Basuki berusaha keras mengembalikan citra NKRI kepada warga Papua dengan cara baik-baik.

Baca juga: Kisah Tentara Tidur di Rumah Rakyat Bikin Ciut Penjarah

"Yang penting kita bisa menciptakan suasana hidup yang baik di tengah-tengah masyarakat, sehingga masyarakat mengakui Indonesia itu adalah negaranya," kata Borlak.

Borlak tidak segan berbaur dan mengikuti adat warga lokal. Dia acap kali menggendong babi, sehingga dengan mudah menerima Borlak karena dianggap memahami budaya warga Papua.

Baca juga: Tri Budi Utomo, Jenderal Kopassus Pengaman Presiden Resmi Sandang Bintang Dua

Hal itu didukung dengan latar belakang Borlak sebagai mantan guru agama Kristen Katolik, sebab masyarakat Timika mayoritas beragama Kristen Katolik.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini