Biadab! 4 Fakta Pria di Riau Kapak Bayi hingga Tewas, Penyebabnya Sungguh Sepele

Lutfia Dwi Kurniasih, Okezone · Jum'at 17 September 2021 21:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 17 337 2473109 biadab-4-fakta-pria-di-riau-kapak-bayi-hingga-tewas-penyebabnya-sungguh-sepele-gJ0acmohEE.jpg Pelaku pembunuhan di Rohul. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU - Bayi berusia tujuh bulan berinisial DHS tewas dengan cara tragis setelah dibunuh oleh tetangganya di Desa Rantau, Benuang Sakti Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.

Berikut adalah fakta tentang insiden mengerikan yang dilakukan tentangga yang menewaskan bayi tersebut.

1. Tewas Dikapak

DHS tewas setelah dikapak tetangganya sendiri, pada Kamis (15/9/2021).

Pelaku pembunuhan adalah seorang laki-laki bernama Yasuto Lapau Sindondo yang juga merupakan seorang karyawan koperasi.

2. Penyebabnya Sepele

Berdasarkan informasi yang diperoleh, motif pembunuhan yang dilakukan pelaku sangat sepele yakni karena ibu bayi DHS, Herni Juwita (24) meminta air minum.

Sempat melarikan diri, warga bersama pihak Polsek Kepenuhan, Rohul, Riau berhasil menangkap pelaku Yasuto Lapau Sindondo. Sebilah kapak yang dipakai untuk membunuh korban disita petugas.

"Tersangka Yasatulo sudah ditahan oleh Polsek Kepenuhan," kata Humas Polres Rohul Aipda Mardiono, Kamis (16/9/2021). 

Baca juga: Polri Angkat Bicara! Kasus Tewasnya Ibu-Anak di Subang Diduga Pembunuhan Berencana

3. Dijerat Pasal Berlapis

Pelaku diancam Pasal 76 C dengan ketentuan Pidana Pasal 80 ayat 3 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana 15 tahun penjara.

4. Kronologi

Kasus pembunuhan sadis ini terjadi pada 15 September 2021 di Barak Opung Koperasi Rokan Jaya, Desa Rantau Benuang Sakti Kecamatan Kepenuhan, Rohul. Pagi itu ibu korban mendatangi rumah tersangka untuk meminta air.

Di rumah itu dia bertemu dengan Yasuto. Saat diminta air, bukannya memberi, Yasuto, karyawan Koperasi Rokan Jaya marah. Dia bertanya apakah di rumah korban tidak ada air sehingga harus meminta padanya. Nodieli Hia, ayah korban yang mendengar pernyataan tersangka menjawab kalau air di rumahnya masih panas.

Tanpa ba bi bu, pelaku langsung mengambil kapak dari dalam rumah. Diapun langsung mengejar ayah korban dengan senjata tajam tersebut, Nodieli pun kabur menyelamatkan diri. Sementara ibu korban lari ke dalam rumah.

Masih memegang kapak, Yasuto mendatangi rumah korban. Kemudian tersangka mengayukankan kapak ke pintu rumah korban beberapa kali yang saat itu terkunci. Mengetahui itu, Herni pun melarikan diri.

Nahas, bayi malang tersebut masih tertinggal dalam rumah. Tersangka langsung mengambil anak korban yang saat itu masih tertidur di ayunan. Bayi tak berdosa ini dibawanya ke halaman rumah korban. 

Warga yang menyaksikan tersangka membawa bayi berusaha meminta dengan baik-baik. Namun tidak berhasil. Sepeda motor milik orangtua korban yang ada di halam rumah dibakar pelaku. 

Kemudian tersangka melakukan perbuatan kejinya. Tersangka meletakkan korban di tanah kemudian mengayunkan kapak ke bagian perut korban sebanyak dua kali. Korban pun meninggal dunia. Pelaku pun melarikan diri usai membunuh korban, namun akhirnya tertangkap.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini