Jokowi: Kunci Gerakkan Ekonomi adalah Pengendalian Covid-19

Tim Okezone, Okezone · Kamis 16 September 2021 22:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 337 2472617 jokowi-kunci-gerakkan-ekonomi-adalah-pengendalian-covid-19-JMQ41rRg4O.jpg Presiden Jokowi (Foto: Biro Setpres)

JAKARTA - Kunci menggerakkan perekonomian adalah pengendalian Covid-19. Untuk itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan agar secara bersama-sama menangani pandemi ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat memberikan pengarahan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Provinsi Aceh di Kompleks Pendopo Gubernur Aceh di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Kamis (16/9/2021).

"Menjadi tugas kita semuanya agar bisa mengendalikan, mengonsolidasikan organisasi kita untuk betul-betul serius menangani ini. Karena apa? Begitu yang namanya Covid ini tidak bisa turun, artinya hanya satu, ekonomi juga pasti tidak bisa naik," kata Presiden dalam keterangan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Presiden juga mengingatkan agar para bupati dan wali kota se-Provinsi Aceh untuk mengetahui situasi di kota/kabupatennya masing-masing.

Baca juga: APBD Rp1,3 T Mengendap di Bank, Jokowi: Realisasi Anggaran Secepatnya untuk Gerakkan Ekonomi

"Kita tidak bisa bekerja lagi rutinitas seperti pada keadaan normal, karena yang dibutuhkan sekarang ini adalah kepemimpinan lapangan," ucap Presiden.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden mengingatkan angka kematian akibat pandemi Covid-19 di Provinsi Aceh berada di angka 4,7 persen. "Tinggi ini, tinggi, karena nasional kita hanya 3 persen," tutur Presiden.

Baca juga: Kasus Covid-19 Menurun, Jokowi Ingatkan Daerah di Sumut Tetap Hati-Hati

Lebih lanjut, Presiden meminta kepada seluruh kepala daerah di Provinsi Aceh untuk memperhatikan ketersediaan oksigen dan obat. Selain itu, Presiden mengingatkan agar kabupaten/kota yang tidak memiliki tempat tidur ICU Covid-19 untuk menyampaikan permintaan kepada Menteri Kesehatan.

"Tujuh kabupaten/kota yang tidak memiliki tempat tidur ICU Covid-19 di Simeulue, di Nagan Raya, di kota Sabang, di Aceh Timur, di Aceh Tamiang, di Aceh Jaya, di Aceh Besar. Tolong yang belum punya tadi, menyampaikan permintaan kepada Menteri Kesehatan. Sehingga semuanya siap, semua kabupaten itu siap, fasilitas kesehatan siap semuanya. Karena terus akan saya pantau BOR di provinsi, kabupaten, itu seperti apa. Kelihatan semuanya," ujar Presiden.

Presiden juga kembali mengingatkan agar tidak terburu-buru senang karena adanya penurunan kasus.

Baca juga: Jokowi : Vaksinasi Door to Door Bentuk Pelayanan Langsung

“Nasional turun lebih dari 90 persen, di sini turun 20 persen, hati-hati, jangan senang dulu, jangan euforia dulu, dan jangan menyampaikan tergesa-gesa kepada masyarakat bahwa kita sudah turun kasus. Bisa disambut senang oleh masyarakat tetapi itu bisa menyebabkan naik lagi Covid-19-nya. Ini pengalaman kita secara nasional, sehingga jangan kita ulang di sini,” ujar Presiden.

Di akhir sambutannya, Presiden mengingatkan Pangdam, Kapolda, Kapolres, Dandim, Danrem, agar semuanya bekerja keras membantu pemerintah daerah untuk mengatasi pandemi ini.

Baca juga: Ini Pesan Khusus Jokowi kepada Santri di Aceh

Turut hadir dalam acara tersebut yaitu Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Gubernur Aceh Nova Iriansyah, dan Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haythar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini