3 Sekolah atau Fasilitas Pendidikan yang Aksesnya Diblokade Tembok

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Jum'at 17 September 2021 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 337 2472503 3-sekolah-atau-fasilitas-pendidikan-yang-aksesnya-diblokade-tembok-BdfFJMR5Ks.jpg Foto: Asep Juhariyono.

JAKARTA - Sekolah adalah tempat menimba ilmu yang kini dirindukan banyak murid di sekolah. Sebab, semenjak pandemi menerjang, kegiatan di sekolah berhenti total. Namun, apa jadinya jika ada sekolah yang dihalangi tembok tinggi, hingga menyebabkan semua pihak kesulitan untuk mengaksesnya?

Berikut adalah daftar sekolah atau fasilitas pendidikan yang aksesnya dihalang tembok.

BACA JUGA: PTM Dimulai, Akses Jalan ke SD di Tasikmalaya Ditutup "Benteng" Setinggi 3 Meter 

1. Tanggamus, Lampung

Sebuah video yang memperlihatkan sulitnya para santri di sebuah pesantren di Tanggamus, Lampung saat ingin menimba ilmu di pesantren, viral di dunia maya pada Agustsus 2021. Tembok tinggi terlihat mengelilingi area pesantren, yang mengharuskan para santrinya memanjat tembok tersebut. Tidak hanya santri, para pengajar yang ingin menuju pesantren juga harus melakukan hal yang sama.

Pihak pesantren tidak diberikan akses jalan oleh pihak perumahan yang ada di sekitar wilayah tersebut. Ujungnya, pihak pesantren hanya bisa meminta kebijakan terbaik kepada pemerintah untuk mengatasi hal ini.

BACA JUGA: Viral Murid SD di Kupang Harus Susah Payah Panjat Tembok demi ke Sekolah 

2. Tasikmalaya, Jawa Barat

Sebuah SD Negeri di Cihideung, Tasikmalaya terhalang oleh tembok setinggi 3 meter. Tembok tersebut diketahui dibangun oleh pemilik tanah yang ada di depan sekolah. Karena hal tersebut, para siswa dan guru harus masuk ke sekolah lewat jalur belakang dan melalui kebun, serta persawahan.

Tembok tersebut sudah ada sejak awal 2021. Kini, saat PTM (Pembelajaran Tatap Muka) sudah mulai berjalan, maka siswa mengalami kesulitan untuk sampai di sekolah.

3. Kupang, NTT

Foto para siswa SD di sebuah sekolah di Kupang, NTT viral pada Maret 2020 lalu. Jepretan kamera itu memperlihatkan siswa harus memanjat sebuah tembok setinggi 4 meter yang menghalangi akses jalan mereka menuju sekolah. Bukan hanya saat menuju sekolah, puluhan siswa itu juga harus melakukan hal yang sama ketika akan kembali ke rumah.

Melansir Okezone, tembok tersebut memang sengaja dibangun oleh seorang pengusaha Kupang. Meskipun harus bersusah payah, namun niat yang dimiliki para siswa untuk belajar sama sekali tidak goyah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini