Transisi Jadi Endemi, Satgas Covid-19 Siapkan Strategi Defensif dan Ofensif

Binti Mufarida, Sindonews · Kamis 16 September 2021 14:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 337 2472361 transisi-jadi-endemi-satgas-covid-19-siapkan-strategi-defensif-dan-ofensif-mRgYwhAZZu.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah melalui Satgas Covid-19 terus mempersiapkan road map atau peta jalan transisi pandemi Covid-19 menuju endemi.

Kabid Perubahan Perilaku Satgas Covid-19, Sonny Harry B Harmadi mengungkapkan bahwa proses transisi ini biasa juga dilakukan ketika terjadi bencana agar kembali ke kehidupan normal. Hal itu juga berlaku pada masa bencana nonalam pandemi Covid-19.

“Kalau di bencana itu ada istilah darurat, transisi darurat ke pemulihan, lalu kemudian normal. Nah, ini seperti transisi darurat ke pemulihan. Dan itu ada hal yang harus kita lakukan supaya dari transisi darurat ke pemulihan berjalan dengan lancar, kemudian menuju normal,” ungkapnya, Kamis (16/9/2021).

Sonny mengataka, pihaknya telah menyiapkan dua strategi yakni defensif dan ofensif. Sehingga diharapkan langkah ini bisa menurunkan laju penularan serendah-rendahnya dengan positivity rate yang rendah, terkendali dalam waktu yang panjang.

Baca juga: Menjawab Kapan Pandemi Covid-19 Menjadi Endemi

“Nah, gimana caranya menurunkan laju penularan dengan strategi defensif ini? Dengan 3M ya, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun. Kemudian mendorong percepatan vaksinasi. Dan kita tahu bahwa program vaksinasi ini terus kita dorong sehingga bisa mencapai yang namanya herd immunity,” kata Sonny.

“Lalu kemudian ada indikator untuk menurunkan laju penularan tadi, termasuk kasus konfirmasi ya, perawatan Rumah Sakit, kasus kematian dan sebagainya,” tambahnya.

Baca juga: 3 Hal yang Wajib Diperhatikan untuk Hadapi Transisi dari Pandemi ke Endemi

Strategi yang kedua, kata Sonny, adalah strategi ofensif yakni dengan meningkatkan kapasitas 3T. "Bagaimana kita bisa mendorong testing tidak hanya di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) saja, tetapi juga seluruh wilayah Indonesia,” imbuhnya.

“Lalu, kemudian juga tracing. Sekarang kita sedang mengejar target tracing ya. Sekarang kita sudah mendekati 9 ya, jadi tiap satu kasus konfirmasi positif sudah mendekati 9 orang yang bisa ditelusuri,” katanya.

Kemudian, Sonny mengatakan treatment juga harus ditingkatkan yakni dengan melakukan isolasi pada mereka yang terkonfirmasi positif atau memiliki gejala mereka yang pernah kontak erat. “Apa indikator-indikatornya? Positivity rate, kemudian telusur per kasus, dan BOR bed occupancy rate itu beberapa indikator untuk peningkatan kapasitas respon,” katanya.

Sonny pun menegaskan bahwa dua strategi ini tidak akan berhenti sampai kasus Covid-19 terkendali dan perlahan menuju endemi. “Dan di dalam mendukung strategi defensif dan ofensif tadi, kita tidak akan berhenti sampai memastikan bahwa betul kasusnya terkendali, dan kita secara perlahan menuju ke fase endemi.”

Baca juga: BNPB Kirimkan Alat Tes PCR Dukung Pelaksanaan PON Papua

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini