2.252 Kasus Varian Delta Terdeteksi di 33 Provinsi

Binti Mufarida, Sindonews · Kamis 16 September 2021 04:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 337 2472041 2-252-kasus-varian-delta-terdeteksi-di-33-provinsi-VMBGE96zWz.jpg Covid-19 (Freepik)

JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Siti Nadia Tarmizi, melaporkan pihaknya menemukan 2.252 kasus varian Delta yang tersebar di 33 provinsi.

“Sampai saat ini tidak kurang dari 6.253 hasil sekuensing telah kita laporkan. Dari total tersebut 2.252-nya adalah varian Delta yang ditemukan di 33 provinsi di Indonesia,” ungkap Nadia, Rabu (15/9/2021).

Nadia mengatakan, dalam beberapa hari ini tersebar informasi terkait munculnya atau ditemukan varian-varian baru virus Covid-19 memiliki kemampuan penularan yang lebih tinggi atau memiliki kekebalan terhadap vaksin.

“Tentunya dari Kementerian Kesehatan dan juga para sektor lainnya akan terus memantau dan melakukan pemeriksaan sekuensing terhadap kasus-kasus yang masuk ke Indonesia maupun yang terjadi melalui penularan lokal di negara kita,” kata Nadia.

Ia memastikan Kemenkes terus memantau semua varian Covid-19 yang muncul baik variant of concern (VoC) ataupun variant of interest (VoI) yang telah ditetapkan oleh WHO. “Selain itu, kita juga akan memantau semua varian-varian yang muncul baik itu variant of concern atau varian Alfa dan Beta. Dan juga varian of Interest yaitu Gamma dan Delta.”

Baca Juga : Angka Positif Turun 58% dalam 2 Minggu, Penanganan Covid-19 Indonesia Salah Satu Terbaik di Dunia

“Walaupun varian interstudi seperti varian Eta, Iota, Lambda dan varian Mu merupakan varian yang belum masuk ke Indonesia tetapi tetap harus kita waspadai termasuk varian lokal yang mungkin muncul di Indonesia,” katanya.

Selain itu, Nadia memastikan pihaknya terus berkoordinasi dengan petugas di pintu-pintu masuk dan menyusun kebijakan untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya varian-varian yang berasal dari luar negeri tersebut.

“Kita terus berkonsultasi dengan WHO untuk terus memperbaharui informasi terkait varian-varian baru yang berpotensi masuk dan menyebar di Indonesia ini,” tegas Nadia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini