Ketika Sultan Agung Penggal Kepala Adipati Priangan di Alun-Alun Mataram

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 16 September 2021 08:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 15 337 2472015 ketika-sultan-agung-penggal-kepala-adipati-priangan-di-alun-alun-mataram-GPMXTvOAs3.jpeg Sultan Agung (foto: istimewa)

Perang pun terjadi saat pasukan Mataram bertemu dengan pasukan Adipati Ukur di Gunung Lumbung. Singkat cerita, Adipati Ukur dapat ditangkap dan dibawa ke Cirebon pada 1632 Masehi.

Dari Cirebon inilah Adipati Ukur dibawa ke Mataram untuk dihadapkan ke Sultan Agung. Dikarenakan sudah murka, Sultan Agung menjatuhkan hukuman mati dengan cara dipenggal kepalanya di alun - alun.

Sepeninggal Adipati Ukur, Sultan Agung menyerahkan jabatan bupati wedana Priangan kepada Pangeran Adipati Rangga Gede, yang telah bebas dari hukumannya. Selain itu, Sultan Agung juga melakukan reorganisasi pemerintahan di Priangan untuk memberikan stabilitas situasi dan kondisi di daerah itu.

Saat diperintah Pangeran Adipati Rangga Gede inilah kekuasaan Mataram di Sunda semakin kokoh. Di wilayah pesisir utara, banyak pasukan Mataram yang tidak kembali ke Mataram dan lebih memilih untuk menikahi penduduk setempat.

Para prajurit Mataram ini selanjutnya membuka lahan persawahan terutama di daerah Karawang. Hal demi memenuhi kebutuhan hidup dan mata pencaharian utama. Mungkin inilah yang menyebabkan daerah Karawang terkenal sebagai lumbung padi di Jawa Barat.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini