Cerita Panembahan Senapati Merdekakan Mataram dari Pajang

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 16 September 2021 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 15 337 2472011 cerita-panembahan-senapati-merdekakan-mataram-dari-pajang-NMs4qmTxhX.png Panembahan Senapati (foto: wikipedia)

PANEMBAHAN SENAPATI dinobatkan sebagai raja Kerajaan Mataram Islam menggantikan Ki Ageng Panembahan yang wafat. Saat naik tahta ini Kerajaan Mataram Islam masih menjadi bagian dari kekuasaan Kerajaan Pajang di bawah pimpinan Sultan Hadiwijaya.

Upaya memerdekakan Kerajaan Mataram Islam pun diupayakan Panembahan Senapati. Sebagaimana dikisahkan dalam buku "Hitam Putih Kekuasaan Raja-Raja Jawa Intrik, Konspirasi Perebutan Harta, Tahta, dan Wanita" karya Sri Wintala Achmad, sejumlah taktik disusun Panembahan Senapati.

Baca juga:  Kisah Panembahan Senapati Bertemu Ratu Pantai Selatan Ketahuan Manusia

Langkah pertama Panembahan Senapati membujuk 8.000 mantri pemajekan yang akan menyerahkan pajak ke Kasultanan Pajang. Langkah politis ini disebut membawa keberhasilan gemilang. Terbukti selain banyak mantri pemajekan, termasuk Demang Bocor yang berusaha membunuh Panembahan Senapati berangsur-angsur berpaling dari Pajang ke Mataram.

Hal ini mempengaruhi penghasilan Mataram yang mengalami kenaikan penghasilan signifikan. Oleh Panembahan Senapati, sebagian pendapatan yang diperoleh dari para mantri pemajekan digunakan untuk membangun benteng pertahanan Mataram. Selain itu, pembangunan infrastruktur untuk mempertahankan kerajaan dari serangan musuh.

Baca juga:  Kisah Ki Ageng Mangir yang Kepalanya Dibenturkan di Batu oleh Mertuanya Panembahan Senopati

Upaya berikutnya yakni membangkang kepada Sultan Hadiwijaya. Dikisahkan sejak dilantik menjadi Raja Mataram, Senapati bertekad untuk menjadi merdeka dari Pajang. Bahkan Senapati tidak menghadap Sultan Hadiwijaya sejak setahun dilantik.

Terbukti Sultan Hadiwijaya akhirnya mengutus Ngabehi Wilamarta dan Ngabehi Wuragil ke Mataram pada tahun 1576 Masehi. Kedatangan dua utusan Pajang ini untuk menanyakan kenapa tidak pernah datang ke Pajang, kendati telah menjabat selama satu tahun.

Upaya utusan Sultan Hadiwijaya yang tak membuahkan hasil menjadikan Pajang hangat. Sultan Hadiwijaya memerintahkan Arya Pamalad atau Adipati Tuban, Pangeran Banawa, dan Patih Mancanagara untuk datang ke Mataram, melakukan penyelidikan.

Panembahan Senapati telah menyiapkan pasukan untuk berperang. Hal ini demi merealisasikan keinginan untuk kemerdekaan Mataram dari Kerajaan Pajang. Penyiapan pasukan ini untuk mengantisipasi bila sewaktu-waktu Pajang melakukan penyerangan ke Mataram.

Langkah terakhir yakni menempuh cara spiritual dalam upaya mendekatkan Mataram dari Pajang. Panembahan Senapati memilih mendekatkan diri dengan para penguasa Gunung Merapi dan Laut Selatan atau Ratu Kidul.

Upaya ini disebut terbukti saat Mataram berperang melawan Pajang pada 1582 Masehi. Diceritakan pada Babad Tanah Jawa, kekalahan Pajang bukan karena pasukan Mataram, melainkan bantuan dari pasukan Keraton Kidul dan Gunung Merapi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini