Kisah Kapten Encun, Pelatih Kopassus yang Galak Dulunya Tukang Masak

Mohammad Adrianto S, Okezone · Kamis 16 September 2021 07:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 15 337 2471982 kisah-kapten-encun-pelatih-kopassus-yang-galak-dulunya-tukang-masak-BC98ukqKPr.jpg Kopassus (Foto: Kopassus.mil.id)

JAKARTA - Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat (Kopassus) terkenal dengan metode latihannya yang ketat dan keras, demi menghasilkan prajurit berdedikasi tinggi dan menjadi alat pertahanan negara Indonesia.

Menyadur dari buku Kopassus untuk Indonesia karya Iwan Santosa E. A. Negara, mengisahkan cerita dari Kapten Encun, sosok yang dikenal oleh anak buahnya tegas dan kerap memberi latihan keras, untuk membentuk tentara berkualitas. Memulai kariernya sebagai PNS tukang masak di Batujajar, Kapten Encun juga dikenal sebagai pelatih yang usil dalam melatih.

"Jaman saya latihan komando, Pak Encun itu pelatih 'usil'. Pada waktu latihan lari, badan belum sempat berdiri dari posisi tiarap, eehhh sudah ada aba-aba tiarap lagi. Begituu teruuus!" kenang seorang anak didik dari Kapten Encun.

Baca Juga:  Kisah "Ndeso" Kopassus saat Dikirim Bertugas ke Negara Asing

Namun, dirinya menambahkan bahwa Kapten Encun adalah sosok matang dan berdedikasi dalam melatih anak buahnya.

"Pak Encun adalah seorang pelatih yang matang. Tidak akan memberikan toleransi pada kesalahan yang membahayakan jiwa, namun juga bisa bersikap seperti bapak yang dipercaya dan dihormati," katanya.

Suatu hari, Kapten Encun pernah mendapatkan sanksi penahanan pangkat sersan, akibat latihannya yang menewaskan 2 calon perwira. Kapten Encun menerima hukuman tersebut dengan lapang dada.

"Walau itu adalah sebuah kecelakaan murni pada sebuah latihan penyeberangan, namun selaku pimpinan latihan saya harus bertanggungjawab atas jatuhnya korban. Hingga hari ini, saya ikhlas menerima sanksi penahanan pangkat tersebut tanpa sedikit pun rasa sakit hati," ujar Kapten Encun.

Baca Juga:  Kisah Tentara Tidur di Rumah Rakyat Bikin Ciut Penjarah

Tetapi, atas prestasinya dalam peristiwa pembebasan sandera di Mapnduma, Papua, Kapten Encun mendapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) menjadi sersan kepala, dan diprioritaskan untuk mengikuti pendidikan Sekolah Calon Perwira (SECAPA) tanpa tes. Dedikasinya dalam penugasan menjadi pelatih tergambar dalam satu kalimatnya.

"Saya kalau tidak melatih rasanya sudah tidak dipakai. Maka saya selalu mengasah kemampuan diri saya, supaya terus dipakai (melatih) dan tidak mengulang kesalahan yang telah terjadi," kata Kapten Encun.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini