Satu Lagi Mantan Pejabat Pajak Penerima Suap Segera Disidang

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 15 September 2021 10:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 15 337 2471574 satu-lagi-mantan-pejabat-pajak-penerima-suap-segera-disidang-0La2ZhVgPZ.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan berkas penyidikan mantan Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, Dadan Ramdani (DR). Dengan demikian, Dadan akan segera disidang atas kasus suapnya.

Dadan Ramdani bakal disidang atas kasus dugaan suap terkait pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 pada Ditjen Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu). KPK telah melimpahkan berkas penyidikan Dadan ke tahap II atau penuntutan pada hari ini.

"Tim penyidik KPK telah melaksanakan tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti) kepada tim jaksa dengan tersangka DR karena berkas perkaranya telah dinyatakan lengkap oleh tim jaksa," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Rabu (15/9/2021).

Setelah berkas penyidikan dilimpahkan ke tahap penuntutan, kata Ali, maka penahanan Dadan Ramdani beralih dan dilanjutkan oleh tim jaksa. Dadan akan kembali ditahan untuk 20 hari kedepan, terhitung sejak 14 September sampai 3 Oktober 2021 di Rutan KPK pada Kavling C1.

"Dalam waktu 14 hari kerja, tim jaksa segera menyusun surat dakwaan dan melimpahkan berkas perkaranya ke Pengadilan Tipikor. Persidangan akan dilangsungkan di Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat," imbuhnya.

Sebelumnya, KPK telah lebih dulu melimpahkan berkas penyidikan mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, Angin Prayitno Aji (APA). Angin dan Dadan sama-sama merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait pemeriksaan perpajakan pada Ditjen Pajak

Selain Angin dan Dadan, KPK juga menetapkan tiga konsultan pajak Ryan Ahmad Ronas (RAR); Aulia Imran Maghribi (AIM); dan Agus Susetyo (AS); serta seorang kuasa wajib pajak, Veronika Lindawati (VL) sebagai tersangka.

Dua mantan pejabat pajak ditetapkan sebagai penerima suap. Sedangkan tiga konsultan serta satu kuasa wajib pajak merupakan pihak pemberi suap.

Dalam perkara ini, Angin Prayitno bersama-sama dengan Dadan Ramdani diduga telah menyalahgunakan kewenangan yakni, melakukan pemeriksaan pajak tidak sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Keduanya diduga mengakomodir jumlah pembayaran pajak sesuai keinginan para wajib pajak.

Karena mengakomodir keinginan para wajib pajak, Angin dan Dadan diduga telah menerima sejumlah uang. Adapun, rincian uang yang diterima keduanya yakni, sebesar Rp15 miliar dari Konsultan Pajak Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi yang mewakili PT Gunung Madu Plantations (PT GMP), pada Januari - Februari 2018.

Selanjutnya, Angin dan Dadan diduga juga menerima uang sebesar 500 dolar Singapura dari kuasa wajib pajak PT Bank Panin, Veronika Lindawati, pada pertengahan 2018. Uang 500 dolar Singapura yang diduga diterima Angin dan Dadan itu merupakan fee dari total komitmen awal sebesar Rp25 miliar.

Terakhir, Angin dan Dadan disebut telah menerima uang dengan nilai total sebesar 3 juta dolar Singapura dari Agus Susetyo selaku perwakilan atau konsultan hukum PT Jhonlin Baratama. Uang itu diterima keduanya pada Juli - September 2019.

Meskipun Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani bakal segera menjalani sidang perdananya, namun KPK belum juga menahan para pemberi suap. Empat konsultan pajak yang telah ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap kepada Angin tersebut, hingga kini masih melenggang bebas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini