Indonesia Pertama Kalinya Jadi Tuan Rumah Presidensi G20

Dominique Hilvy Febiani, MNC Media · Rabu 15 September 2021 08:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 15 337 2471504 indonesia-pertama-kalinya-jadi-tuan-rumah-presidensi-g20-SuXvLJMzwN.jpeg Menlu Retno Marsudi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengungkapkan bahwa Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Presidensi G20 untuk pertama kalinya sepanjang sejarah didirikannya G20.

Adapun serah terima akan dilakukan pada 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022 di Roma, Italia.

“Mulai 1 Desember 2021 sampai 30 November 2022 Indonesia mendapat kepercayaan memegang Presidensi G20 serah terima akan dilakukan pada saat KTT G 20 di Roma tanggal 30-31 2021 dan ini untuk pertama kalinya Indonesia memegang Presidensi G20 sejak G20 didirikan," ujar Retno, Rabu (15/9/2021).

Retno mengungkapkan bahwa Indonesia memegang tanggung jawab yang besar dalam penyelenggaraan kegiatan internasional dari negara-negara yang menjadi kekuatan ekonomi utama dunia itu.

“Ini tentunya merupakan kepercayaan tapi pada saat yang sama juga merupakan sebuah tanggung jawab yang besar bagi Indonesia yang insya Allah akan kita tunaikan sebaik mungkin,” tutur dia.

Baca juga: Menlu Jelaskan Makna Logo Presidensi G20 Indonesia

Retno mengungkapkan dalam Presidensi G20 Indonesia akan mengambil tema Recover Together Recover Stronger.

Selain itu, Retno menyampaikan perkiraan situasi global pada tahun 2022 dalam beberapa aspek. Salah satunya terkait kondisi pandemi di seluruh negara di dunia.

Baca juga: Presidensi G20 Indonesia Akan Perhatian Nasib Negara Berkembang

“Yang ingin saya sampaikan adalah mengenai perkiraan situasi dunia pada tahun 2022 diperkirakan dunia belum akan sepenuhnya keluar dari Pandemi Covid-19 Dari aspek kesehatannya WHO menyampaikan harapan bahwa di akhir 2021 negara dunia dapat melakukan vaksinasi 40% dari populasinya dan 70% pada pertengahan 2022 sementara itu dari aspek ekonomi tentunya nanti akan dijelaskan Menkeu,” imbuhnya.

Dia pun menyampaikan laporan dari IMF pada 2020 lalu yang menyatakan bahwa ekonomi dunia turun hingga minus 3,2% akibat pandemi Covid-19.

"Dan tahun ini terdapat tren yang positif pertumbuhan yang diperkirakan mencapai 6% dan tren ini diharapkan akan berlanjut pada tahun 2022. Dunia juga memperkirakan masih terdapat kerentanan dan kekhawatiran bahwa pertumbuhan belum akan merata dari sisi geopolitik diperkirakan rivalitas antara kekuatan besar masih akan berlanjut,” tambahnya.

Baca juga: Sri Mulyani: Ada 7 Agenda Prioritas Sektor Keuangan di Presidensi G20

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini