4 Perkara Ribut di Medsos Ujungnya Lapor Polisi

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Rabu 15 September 2021 07:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 337 2471396 4-perkara-ribut-di-medsos-ujungnya-lapor-polisi-q0VHTIARpK.jpg Ilustrasi

TIAP orang memiliki kesempatan yang sama dalam menggunakan media sosial baik itu untuk mengunggah foto, membuat status, ataupun hal-hal lainnya. Namun, beberapa oknum menyalahgunakan kesempatan itu untuk hal-hal yang kurang baik seperti penipuan, menebarkan ujaran kebencian, dan menghujat orang lain.

Tentunya hal ini membuat rasa tidak terima bagi orang yang merasa dirugikan dari yang dilakukan oleh oknum tersebut.

Melansir dari beberapa sumber, berikut ini adalah beberapa kasus tidak terima di Medsos lalu berakhir di polisi.

1. Kasus FS Mahasiswi Yogyakarta

Seorang mahasiswi berinisial FS divonis hukuman 2 bulan penjara dan masa percobaan selama 6 bulan akibat status yang dibuatnya di media sosial tahun 2014 lalu. FS mengungkapkan kemarahannya akibat disoraki dan dipermalukan karena dituding telah mendahului antrean saat mengisi bahan bakar di Pertamina Kawasan Lempuyangan, Yogyakarta.

Statusnya tidak hanya mengarah kepada pertamina tersebut, tapi juga menyebutkan umpatan kepada warga Yogyakarta. Hal inilah yang membuat mereka geram hingga kasus ini berujung di polisi.

2. Kasus AA Pebisnis di Palangka Raya

Tidak hanya status, siaran live, story, dan fitur sosial media lainnya harus digunakan dengan bijak. AA seorang pebisnis di Palangka Raya melaporkan akun salah satu pembelinya akibat pencemaran nama baik yang dilakukan melalui live Instagram baru-baru ini.

Dari live itu, menyebutkan bahwa dia menerima baby cumi yang busuk. Pebisnis sudah berusaha menjelaskan dengan baik-baik bahwa hal itu terjadi karena pembeli baru membuka baby cumi itu seminggu kemudian setelah pulang dari luar kota.

AA yang tidak terima usahanya dirusak kemudian melaporkan kasus ini ke Polres Kota Palangka Raya.

3. Kasus SMH di Surabaya

Akibat unggahan Instagram story, SMH harus berurusan dengan hukum karena didakwa melakukan pencemaran nama baik pada bulan April 2021 lalu. Pencemaran nama baik ini dilakukan dengan cara mengunggah screenshort percakapan direct message dengan dokter kulit.

Percakapan tersebut mengarah pada menjelekkan nama klinik kecantikan ini. Klinik kecantikan di Surabaya ini kemudian melaporkan SMH bukan karena bentuk kriminalisasi, tapi karena konsekuensi hukum yang memang harus dijalani akibat pencemaran nama baik yang telah diatur di Undang-undang.

4. Kasus RS di Tanjungkarang

Pada tahun 2020 lalu, seorang ibu rumah tangga berinisial RS (49) dilaporkan TS akibat pencemaran nama baik di postingan akun Facebooknya. Postingan ini menyebarkan privasi dan aib korban.

Selain itu, RS juga menggunakan kata-kata penghinaan disertai foto pribadi milik korban. RS nekat melakukan itu lantaran kesal kepada TS yang menikahi mantan suaminya pada 2016 silam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini