Kisah "Ndeso" Kopassus saat Dikirim Bertugas ke Negara Asing

Tim Okezone, Okezone · Rabu 15 September 2021 07:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 337 2471324 kisah-ndeso-kopassus-saat-dikirim-bertugas-ke-negara-asing-UJhZu5Ifx4.jpg Kopassus (Foto: Ist)

JAKARTA - Pasukan elit TNI Angkatan Darat (AD), Komando Pasukan Khusus (Kopassus) merupakan langganan tetap PBB. Salah satu alasannya karena kemampuan Kopassus mampu diandalkan.

Melansir buku Kopassus untuk Indonesia karya Iwan Sentosa E.A Natanegara, suatu ketika, Kopassus dikirim ke Libanon. Mereka harus berangkat dengan perlengkapan standar pasukan PBB.

Namanya luar negeri bukan Indonesia, kalau sedikit ndeso karena salah perhitungan manusiawi. Sebab, saat mereka dikirim ke luar negeri berbeda dengan masyarakat sipil yang bisa minta contekan ke biro pariwisata.

Baca Juga: Kisah Tentara Tidur di Rumah Rakyat Bikin Ciut Penjarah

Sementara Kopassus harus mengurus dirinya sendiri dan dikirimnya juga ke daerah konflik. Bahkan, yang harus diangkut bukan hanya pakaian, tapi ada buldozer, kendaraan lapis baja hingga bumbu masak.

Dialami Mayor Yudha Airlangga yang kebagian tugas sebagai load officer atau tukang ngepak barang. Dia menceritakan kerepotannya karena hanya diberi buku manual bongkar muat militer Amerika Serikat.

Dalam waktu sehari, dia harus belajar bagaimana memuat ratusan panser, ribuan kotak amunisi, ribuan ransel dan perlengkapan prajurit Indonesia yang akan diberangkatkan ke Libanon sesuai standar pasukan PBB.

Dibantu Staf Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta yang memberikan panduan, semuanya dikerjakan secara kilat. Untuk mengepak barang di dalam kapal dan pesawat harus memperhitungkan titik berat dan diikat rapi. Sebab, bila terjadi pergeseran titik berat saat terjadi ombak besar atau goncangan di udara dapat mengakibatkan kapal dan pesawat celaka.

Baca Juga: Tri Budi Utomo, Jenderal Kopassus Pengaman Presiden Resmi Sandang Bintang Dua

Pemuatan barang dimulai keesokan harinya di Bandara Soekarno-Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok. Personel TNI diberangkatkan dengan pesawat kargo raksasa jenis Antonov-42 buatan Rusia.

Sementara perlengkapan lain tidak diangkut pesawat, namun dikirim melalui laut dengan menggunakan kapal SS Wilson. Saking sibuk dan repotnya mengepak barang, tenda yang bisa tahan musim dingin dan heater (alat pemanas) beserta generatornya terlupakan.

Akhirnya, pasukan Garuda harus menahan dingin setiap hari di Libanon dengan tabah. Belum lagi, tenda yang terbang tertitup angit terus menerus memaksa mereka memasangnya dengan cara alternatif, sehingga tertutup rapat sampai-sampai pemandangan di luar tidak kelihatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini