Polisi Kantongi Nama Tersangka Kebakaran Lapas Tangerang

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 14 September 2021 15:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 337 2471189 polisi-kantongi-nama-tersangka-kebakaran-lapas-tangerang-NtqprI90a8.jpg

JAKARTA - Penyidikan Polda Metro Jaya yang dibantu Bareskrim Polri terkait dengan kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, Banten, mulai mengarah ke penetapan tersangka. Polisi sudah mengantongi potensial suspek terkait peristiwa itu.

(Baca juga: 48 Napi Tewas Terbakar, Polisi Periksa Kalapas Tangerang)

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengungkapkan, potensial suspek atau calon tersangka itu berdasarkan proses penyidikan sebagaimana dalam Pasal 359 KUHP.

"Pada pasal 359 KUHP yaitu adanya kelalaian sehingga mengakibatkan orang meninggal dunia, penyidik menilai sudah ada potensial suspek," ujar Rusdi dalam jumpa pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (14/9/2021).

(Baca juga: Waspadai Dampak Bencana Hidrometeorologi, BMKG: Jakarta Berstatus Level Siaga!)

Untuk diketahui, Pasal 359 KUHP berbunyi “Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.”

Namun demikian, dia belum bisa memaparkan lebih dalam potensial suspek tersebut. Mengingat, saat ini aparat masih terus melakukan penyidikan.

Menurut Rusdi, sejauh ini, penyidik Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri sudah melakukan pemeriksaan terhadap 25 orang saksi terkait dengan peristiwa si amuk jago merah tersebut.

"Sekali lagi untuk Pasal 359 KUHP potensial suspek sudah ada, sekarang penyidik masih bekerja untuk menuntaskan kasus ini," tutup Rusdi.

Diketahui, kebakaran hebat melanda Lapas Kelas I Tangerang, sekira pukul 01.50 WIB, Rabu 8 September 2021. Sebanyak 44 orang menjadi korban tewas akibat kebakaran tersebut. Sementara, 81 orang mengalami luka-luka, diantaranya 73 luka ringan dan delapan luka berat.

Pihak terkait memutuskan bahwa, 41 jenazah yang tewas dilakukan proses identifikasi di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Pihak RS pun mendirikan posko Ante Mortem, agar pihak keluarga bisa memberikan data guna mempercepat proses pencocokan identitas.

Amuk si jago merah sendiri muncul lantaran diduga terjadinya korsleting listrik. Lapas Kelas I Tangerang berisikan 2.072 orang. Lokasi yang terbakar berada di Blok C yang dihuni oleh 122 orang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini