Fakta Terbaru Kebakaran Lapas Tanggerang Tewaskan 48 Napi, Sumber Api Terungkap?

Lutfia Dwi Kurniasih, Okezone · Selasa 14 September 2021 21:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 337 2471100 fakta-terbaru-kebakaran-lapas-tanggerang-tewaskan-48-napi-sumber-api-terungkap-VJMz4LFaSL.jpg Kebakaran Lapas Tangerang. (Foto: Antara)

JAKARTA - Kebakaran Lapas Kelas I Tanggerang, Banten pekan lalu mulai menemukan titik terang. Kebakaran tersebut menewaskan 48 warga binaan, 41 saat kejadian dan 7 orang saat perawatan.

Berikut adalah fakta terbaru usai kebakaran hebat Lapas Kelas I Tanggerang:

1. Gelar Perkara

Polisi telah melakukan gelar perkara kasus kebakaran Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang. Gelar perkara itu dilakukan guna mencari unsur pidana.

"Gelar perkara baru selesai," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. saat dihubungi, Jumat (10/9/2021).

Kendati demikian, Yusri belum memerinci hasil gelar perkara yang telah dilakukan. Dia hanya menyebut gelar itu untuk mencari unsur pidana yang dilanggar dari peristiwa tersebut.

2. Naik ke Tingkat Penyidikan

Kasus kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang telah dinaikkan ke tingkat penyidikan.

Polisi kini tengah menyelidiki adanya dugaan pelanggaran pidana yang dilakukan dari peristiwa kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang. Pasal-pasal yang kini tengah dikaji penyidik terkait kasus tersebut berkisar di Pasal 187 dan 188 KUHP hingga 359 KUHP tentang kelalaian.

Baca juga: Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Bakal Dimakamkan di TPU Menteng Pulo

3. Sumber Api 

Setelah tim penyidik Polda Metro Jaya menaikkan status kasus kebakaran ke tahap penyidikan, penyebab kebakaran mulai diketahui.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, dugaan sementara sumber api berasal dari dalam kamar sel binaan pemasyarakatan (WBP). 

"Salah satu sel yang ada di Blok C2, itu dugaannya. Di sel nomor 4. Ada dugaan di sana. Tapi, kan harus dibuktikan dengan pengujian laboratorium," ujarnya di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (13/9/2021). 

Yusri mengungkapkan, dugaan ini mengemuka berdasarkan hasil penyidikan sementara dari jajaran Pusat Labolatorium Forensik (Puslabfor) Polri.

4. 23 Korban Belum Terferifikasi

Dari total sebanyak 41 orang korban tewas di lokasi akibat kebakaran Lapas Kelas I Tanggerang, Kabag Penum Divisi Humas Polri Ahmad Ramadhan membeberkan bahwa sebanyak 23 jenazah korban belum teridentifikasi.

"Ada 23 jenazah lagi yang belum teridentifikasi," kata Ramadhan di tempat yang sama.

Ramadhan berharap, seluruh korban dapat segera teridentifikasi dalam waktu dekat.

"Tim terus bekerja, semoga besok atau lusa semua jenazah bisa teridentifikasi," tutupnya.

5. Kendala Identifikasi

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri terus bekerja mengidentifikasi jenazah korban kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang. Sespusdokkes Polri Kombes Pol Pramujoko mengutarakan, proses identifikasi jenazah secara teoritis pada umumnya dapat dengan mudah dikerjakan.

"Secara teoritis semua bisa teridentifikasi seharusnya, tapi itu teori," ujarnya di RS Polri Kramat Jati, Jumat (10/9/2021).

Meski secara teoritis dapat dikerjakan dengan baik, namun dalam praktiknya proses identifikasi jenazah korban kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang banyak menemui kendala. Penyebabnya tidak lain karena data antemortem dan postmortem tidak lengkap.

"Tidak ada foto khas yang merinci korban, misal punya tato tapi keluarga tidak ada fotonya," ucapnya.

Lebih lanjut, dia menuturkan, faktor penghambat lainnya yakni kondisi jenazah korban yang tak lagi utuh. Hal itu membuat proses identifikasi jenazah ikut terkendala.

6. Kalapas Diperiksa

Kepala Lapas (Kalapas) Klas I Tangerang, Victor Teguh Prihartono tengah menjalani pemeriksaan di Ditkrimum Polda Metro Jaya. Selain Kalapas, polisi juga memeriksa Kepala Tata Usaha (TU) dalam peristiwa kebakaran yang menewaskan 48 orang narapidana. 

"Hari ini kami daftarkan Kalapas Kelas I Tangerang untuk kami lakukan pemeriksaan panggilan hari ini yang bersangkutan sudah datang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda, Selasa (14/9/2021).

Lebih lanjut dia mengatakan, selain Kalapas penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan enam orang lainnya yakni. Dari total tujuh orang yang dijadwalkan menjalani pemeriksaan, baru dua orang yang datang.

"Dijadwalkan hari ini ada 7 orang. Yang baru datang dua Kalapas dan Kepala Tata Usaha dari Lapas Kelas I Tangerang," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini