Periksa 4 Saksi, KPK Selisik Dugaan Suap Pejabat Pajak

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 14 September 2021 13:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 337 2471099 periksa-4-saksi-kpk-telisik-dugaan-suap-pejabat-pajak-3NlqTTQbAp.jpg Plt Jubir KPK Ali Fikri (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap terkait pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2016 pada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Pengusutan itu ditandai dengan pemanggilan empat orang saksi.

Adapun, empat saksi yang dipanggil untuk diperiksa yakni, Nur Hardiyanto; Gunawan; Eko Sukmono Adiritonga; dan Taufik Azmi Nasution. Keempatnya berasal dari pihak swasta. Belum diketahui apa yang bakal didalami penyidik terhadap keempat saksi tersebut.

"Keempatnya dipanggil sebagai saksi untuk penyidikan tersangka AS (Agus Susetyo)," kata Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (14/9/2021).

Baca Juga:  Periksa PNS Banten, KPK Selisik Proses Pengadaan Tanah untuk SMKN 7 Tangsel

Sejauh ini, KPK telah menetapkan enam tersangka kasus dugaan suap terkait pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 pada Ditjen Pajak. Keenam tersangka itu yakni, mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak, Angin Prayitno Aji (APA), dan bekas Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan pada Ditjen Pajak, Dadan Ramdani

Kemudian, tiga konsultan pajak Ryan Ahmad Ronas (RAR); Aulia Imran Maghribi (AIM); dan Agus Susetyo (AS); serta seorang kuasa wajib pajak, Veronika Lindawati (VL). Dua mantan pejabat pajak ditetapkan sebagai penerima suap. Sedangkan tiga konsultan serta satu kuasa wajib pajak merupakan pihak pemberi suap.

Dalam perkara ini, Angin Prayitno bersama-sama dengan Dadan Ramdani diduga telah menyalahgunakan kewenangan yakni, melakukan pemeriksaan pajak tidak sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Keduanya diduga mengakomodir jumlah pembayaran pajak sesuai keinginan para wajib pajak.

Karena mengakomodir keinginan para wajib pajak, Angin dan Dadan diduga telah menerima sejumlah uang. Adapun, rincian uang yang diterima keduanya yakni, sebesar Rp15 miliar dari Konsultan Pajak Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi yang mewakili PT Gunung Madu Plantations (PT GMP), pada Januari - Februari 2018.

Baca Juga: KPK Dalami Dugaan Kongkalikong Pemenang Lelang Proyek di Banjarnegara

Selanjutnya, Angin dan Dadan diduga juga menerima uang sebesar 500 dolar Singapura dari kuasa wajib pajak PT Bank Panin, Veronika Lindawati, pada pertengahan 2018. Uang 500 dolar Singapura yang diduga diterima Angin dan Dadan itu merupakan fee dari total komitmen awal sebesar Rp25 miliar.

Terakhir, Angin dan Dadan disebut telah menerima uang dengan nilai total sebesar 3 juta dolar Singapura dari Agus Susetyo selaku perwakilan atau konsultan hukum PT Jhonlin Baratama. Uang itu diterima keduanya pada Juli - September 2019.

Hingga saat ini, baru Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani yang telah ditahan oleh KPK. Sedangkan empat konsultan pajak yang telah ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap kepada Angin dan Dadan masih melenggang bebas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini