Sejak Kecil Gajah Mada Berguru ke Kaum Brahmana Sebelum ke Majapahit

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 14 September 2021 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 337 2470840 sejak-kecil-gajah-mada-berguru-ke-kaum-brahmana-sebelum-ke-majapahit-JdeBx0ATDx.jpg Mahapatih Gajah Mada (foto: ist)

SEBELUM menjadi patih terkemuka di Kerajaan Majapahit dengan keberhasilannya menyatukan nusantara, Gajah Mada ke kaum brahmana. Gajah Mada muda dititipkan oleh ayahnya Gajah Pagon ke Karsyan di Gunung Pawitra.

Gunung Pawitra diidentikkan dengan Gunung Penanggungan adalah tempat bermukim kaum brahmana dan para Rsi di mandala - mandala dan karsyan, yang menjadi tujuan bagi para pencari ilmu agama. Hal ini yang dikisahkan pada buku "Gajah Mada Sistem Politik dan Kepemimpinan" karya Enung Nurhayati.

Baca juga:  Kisah Gajah Mada Dikepung Tentara Majapahit hingga Akhirnya Muksa

Pada tradisi Hinduisme, tahapan seseorang belajar dan mengkaji ilmu dengan cara tinggal bersama para brahmana dinamakan Brahmacarin. Pada tradisi Hindu - India, seseorang anak yang berusia 10 - 12 tahun dititipkan ibu bapaknya kepada kaum brahmana, untuk berguru selama kurang lebih 12 tahun lamanya.

Di karysan Pawitra itulah, Gajah Mada diperkirakan memperoleh pendidikan ilmu ajaran agama, yoga, mitologi dewa - dewa, juga ilmu duniawi, seperti ilmu pemerintahan, hukum, politik kerajaan, strategi perang dan mungkin juga dasarnya geografi nusantara. Gajah Mada memperoleh bimbingan mental dan jiwa yang cukup memadai di karysan Pawitra.

 Baca juga: Gagalnya Pernikahan Hayam Wuruk dan Putri Sunda Akibat Ulah Gajah Mada

Gajah Mada kecil hidup berada di tengah kaum rsi dan para pertapa yang sehari - harinya hidup sederhana dan senantiasa mendekatkan diri kepada Dewata Agung. Gajah Mada diperkirakan memperoleh pendalaman maknanya semasa ia tinggal di Pawitra.

Dikisahkan segala usaha hidup Gajah Mada sebagai Brahmacarin ddi karysan Pawitra ktu kelak akan terlihat hasilnya semasa dia mengabdi menjadi Mahapatih Majapahit. Bahkan konon setalah wafatnya Gajah Mada, Majapahit masih memujanya sebagai tokoh agama.

Setelah 12 tahun mencari ilmu nyantri ke karysan Pawitra, Gajah Mada kembai ke ibu bapaknya di Kampung Pandakan. Selanjutnya atas nasehat bapaknya Gajah Pagon, Gajah Mada diiizinkan untuk pergi di Majapahit mengabdi di lingkungan kedaton.

Saat itu tahta Majapahit telah diduduki oleh Raja Jayanegara pada 1309 - 1328 Masehi, putra Kertarajasa Jayawardhana alias Raden Wijaya, raja Majapahit tempo pemerintahan antara 1293 - 1309.

Dari pendidikan selama kecil inilah tak heran bila Gajah Mada telah dibekali ilmu kewiraan sesuai bertugas langsung diterima di kesatuan pengawal raja, Bhayangkara, karena dia adalah anak Gajah Pagon. Pada serat Pararaton menyebutkan bahwa Gajah Pagon adalah sahabat dan pengikut Raden Wijaya yang setia, walaupun terluka.

Gajah Pagon sendiri akhirnya mampu membantu Raden Wijaya dan kawan - kawannya untuk menahan serangan dari tentara Kediri. Bhayangkara sendiri merupakan pasukan khusus pengiring setia Raden Wijaya. Pasukan inilah yang selalu menjaga dan mengawal Raden Wijaya sewaktu melarikan diri dari kejaran tentara Kediri, mengiringinya ke Madura.

Singkat cerita akhirnya Gajah Mada dibina di pasukan Bhayangkara ini, dari sini kisah Gajah Mada muda mulai mengabdikan diri menjaga raja dan mengembangkan kejayaan Kerajaan Majapahit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini