Ketika Jabatan Gajah Mada yang Harus Diemban 6 Orang di Kerajaan Majapahit

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 14 September 2021 07:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 337 2470839 ketika-jabatan-gajah-mada-yang-harus-diemban-6-orang-di-kerajaan-majapahit-MTyxIsgWUb.jpg Gajah Mada (foto: ist)

SEPENINGGALAN Patih Gajah Mada, sejumlah pejabat menggantikan posisinya di Kerajaan Majapahit. Padahal saat era Gajah Mada masih bertahta, ia menjalankan semuanya seorang diri.

Kepemimpinan Gajah Mada yang dilandasi sifatnya tersebut telah mengantarkan dia menjadi seorang ahli politik yang bijaksana, baik itu politik pemerintahan, maupun politik peperangan. Bukti kemahiran Gajah Mada dalam bidang politik pemerintahan adalah sangat terasa sekali setelah Gajah Mada wafat.

Baca juga:  Ketika Sumpah Palapa Gajah Mada Ditertawakan Pejabat Majapahit

Dikisahkan dalam buku "Gajah Mada Sistem Politik dan Kepemimpinan" karya Enung Nurhayati, ada beberapa jabatan yang sebelumnya dirangkap Gajah Mada dibagi ke beberapa orang pejabat di Kerajaan Majapahit.

Kedudukan Gajah Mada merupakan one man government atau pemerintahan satu manusia, dalam pelaksanaan program pemerintahan Majapahit tidak bisa digantikan oleh pejabat lain. Hasilnya ada beberapa jabatan Gajah Mada yang harus dibagikan ke beberapa orang pejabat.

Baca juga:  Strategi Gajah Mada Bikin Raja Majapahit Kembali Kuasai Tahtanya

Di posisi pejabat pertama yakni posisi weddramantri yang diemban oleh Empu Tandi yang seorang arya. Kedua Empu Nala yang terpilih sebagai tumenggung mancanagara atau wakil mahkota. Empu Nala yang terkenal sebagai pahlawan perang yang menghargai jasa dan menghukum kejahatan. Ia pernah menaklukkan Dompo di Nusa Tenggara.

Selanjutnya Majapahit melantik Sri Nata Krewarddhana dan Wikramawardana, masing-masing ayah dan ipar Hayam Wuruk, terpilih sebagai dharmadhyaksa atau ketua mahkamah agung yang dibantu oleh tujuh upapati atau pembantu mahkamah. Jabatan Gajah Mada asalnya juga meliputi mahkamah, karena dia mewakili Sri Nata. Raja adalah hakim yang paling tinggi dalam negeri.

Jabatan berikutnya yang dilantik yakni Patih Dami, ia terpilih sebagai yuwamantri atau menteri muda, tugasnya adalah untuk mengurus seluk beluk dalam keraton. Bisa diistilahkan bahwa fungsi ini semacam kepala rumah tangga keraton.

Pejabat keenam yang dilantik yakni Empu Singa yang dipilih sebagai menteri yang bertugas mengawasi segala perintah Sri Nata. Boleh dikatakan fungsinya sebagai sekretaris negeri yang harus mengedarkan segala perintah baginda kepada semua yang berkepentingan. Pekerjaan yang demikian dilakukan oleh patih sebagai orang yang tinggi dalam pemerintahan setelah raja. Maka Majapahit mengangkat enam orang menteri sebagai pengganti Gajah Mada.

Pelantikan enam pejabat pengganti Gajah Mada ini menunjukkan bahwa fungsi dan peran Gajah Mada sebagai patih meliputi segala bidang. Hal ini membuktikan bahwa Gajah Mada memiliki sifat pemimpin yang naya. Sifat naya sendiri berarti pribadi yang bijaksana, penuh kearifan, dan memiliki siasat dan taktik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini