4 Banjir Terparah yang Pernah Landa Indonesia

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Selasa 14 September 2021 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 13 337 2470703 4-banjir-terparah-yang-pernah-landa-indonesia-nRBjPhR3xO.jpg Ilustrasi. (Foto: BNPB)

JAKARTA - Indonesia telah memasuki musim hujan. Hujan dengan intensitas tinggi membuat masyarakat khawatir. Curah hujan yang tinggi dapat membuat suatu wilayah mengalami bencana banjir. Berikut deretan banjir terparah di Indonesia.

1. Januari 2014

Banjir melanda Manado. Akibatnya 18 orang tewas, ribuan rumah rusak serta ribuan orang mengungsi. Banjir terjadi karena hujan deras yang mengguyur Manado selama 2 hari. Luapan Sungai Sario, Tondano dan Sawangan turut mempengaruhi genangan air di sejumlah wilayah. Aktivitas warga sempat mengalami kelumpuhan akibat kejadian ini. Kerugian akibat banjir mencapai triliunan rupiah.

BACA JUGA: 6 Fakta Banjir Bandang Meksiko, Sapu Rumah Sakit Covid-19 dan Tewaskan 16 Orang

2. Maret 2011

Akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Aceh menyebabkan banjir. 24 orang dinyatakan tewas, rumah warga mengalami kerusakan. Banjir juga merusak sejumlah jembatan penghubung beberapa desa. Akibat peristiwa ini, kerugian mencapai miliaran rupiah.

3. Oktober 2010

Banjir melanda Wasior, Papua Barat. Banjir disebabkan meluapnya air Sungai Batang Sala yang berhulu di Pegunungan Wondiwoy. Sungai Batang Sala tidak mampu menahan debit air karena intensitas curah hujan yang tinggi melanda Wasior selama dua hari. Akibat banjir tersebut, 150 orang tewas, ribuan rumah warga dan fasilitas umum rusak serta ratusan warga.

BACA JUGA: Indonesia Bakal Hadapi Kekeringan dan Banjir di Waktu Bersamaan, Ini Antisipasi BNPB

4. Februari 2007

Jakarta dilanda banjir yang mengakibatkan 79 orang tewas dan ratusan ribu orang mengungsi. Sistem drainase yang buruk dan hujan dengan curah tinggi yang melanda Jakarta menyebabkan banjir. Akibat curah hujan yang tinggi, volume debit air di 13 sungai yang melintasi Jakarta bertambah. 60% wilayah Jakarta terendam banjir. Banjir juga menyebabkan kerugian ekonomi hingga triliunan akibat matinya perputaran bisnis.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini