54 Siswa SMAN 1 Padang Panjang Positif Covid-19, Sekolah Tatap Muka Dihentikan

Rus Akbar, Okezone · Senin 13 September 2021 15:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 13 337 2470601 54-siswa-sman-1-padang-panjang-positif-covid-19-sekolah-tatap-muka-dihentikan-MaO7BFoZpB.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

PADANG PANJANG - Sejak 54 siswa SMAN 1 Padang Panjang dinyatakan positif Covid-19, sekolah tersebut menghentikan belajar tatap muka dan belajar dialihkan ke daring, hal itu Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumbar Wilayah I Mardison.

“Penghentian belajar tatap muka tersebut berdasarkan rapat koordinasi dengan Satgas Covid-19 Padang Panjang. Siswa yang positif covid-19 itu saat ini menjalani karantina di asrama sekolah, siswa yang sudah negatif pihak keluarga sudah menjemputnya,” ujarnya, Senin (13/9/2021).

Meski demikian, bagi siswa yang positif boleh dibawa orang tua ke rumah asal orang tua harus sanggup melakukan isolasi mandiri, kalau tidak sanggup cukup di karantina di asrama sekolah. “Bagi siswa yang sudah negatif mereka boleh mengikuti belajar daring,” terangnya.

Mardison mengakui batas belajar daring belum diketahui kapan berakhirnya, namun intinya kalau kondisi sudah benar-benar aman dan sudah melakukan koordinasi dengan pihak Satgas covid-19. "Belajar tatap muka itu sudah diadakan sejak telah dilakukan sejak 12 Agustus lalu, termasuk sekolah lain, tapi karena covid-19 sekolah tersebut dihentikan belajar tatap muka, tapi sekolah yang lain boleh belajar tatap muka," terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan Padang Panjang, Nuryanuar menjelaskan sekolah dihentikan ketika siswa 54 Siswa SMAN 1 Padang Panjang dilaporkan positif, awalnya satu orang siswa mengalami demam, kemudian tim Satgas melakukan swab kepada siswa tersebut. “Ternyata dia siswa itu positif, mendapat laporan itu dilanjutkan tracing dan didapat sebanyak 369 orang dimana ada 131 siswa putra dan 231 putrinya serta 7 orang petugas asramanya,” terangnya.

Kemudian siswa dan pengawas asrama melakukan swab, pada akhirnya hasilnya swab itu keluar pada Sabtu (11/9/2021) dengan dinyatakan positif sebanyak 54 siswa. “Kemudian siswa itu di karantina di asrama mereka positif itu Orang Tanpa Gejala (OTG).

Dengan adanya penambahan pasien berasal dari satu klaster yang terdiri dari siswa SMAN 1 Padang Panjang Nuryanuar mengatakan, menegaskan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah pencegahan terjadinya penyebaran yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Kami sudah menegaskan kepada pihak sekolah agar melaksanakan isolasi dan protokol kesehatan (prokes) yang ketat," ujarnya.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi Sumatera Barat dan Komisi V DPRD Sumbar, agar penambahan kasus positif di SMAN 1 ini dapat dicegah segera penyebarannya.

Salah satu langkah pencegahan yang dilakukan, katanya, pelajar asrama yang hasil swabnya negatif, agar disampaikan pihak sekolah kepada orang tua untuk dijemput dan dipulangkan ke rumah masing-masing. Sedangkan yang terkonfirmasi positif, tetap menjalani isolasi di asrama.

"Tenaga kesehatan kami akan terus melakukan pemantauan intensif agar tidak menyebar kemana-mana, dan yang terkonfirmasi positif dapat menjalani isolasi dengan baik hingga terkonfirmasi negatif," jelas Nuryanuwar.

Nuryanuwar juga meminta kepada pihak SMAN 1 agar menerapkan prokes yang ketat agar tidak terjadi penambahan konfirmasi positif terhadap siswa lainnya. "Kami berharap siswa yang saat ini menjalani isolasi agar tetap dipantau dengan baik, dan jalankan protap penanganan isolasi agar tidak terjadi penularan berikutnya," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini