Seberapa Parah Fenomena Penurunan Tanah di Indonesia?

Agnes Teresia, Okezone · Senin 13 September 2021 13:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 13 337 2470533 seberapa-parah-fenomena-penurunan-tanah-di-indonesia-uhpgojH1Fz.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA – Kasus penurunan tanah atau land subsidence di Indonesia sudah banyak terjadi di banyak wilayah. Fakta ini disampaikan oleh Kepala Laboratorium Geodesi Institut Teknologi Bandung, Heri Andreas dalam Special Dialogue Okezone.

“Ya kalau kita lihat di Indonesia memang saat ini ya berdasarkan data itu ada 112 Kabupaten/Kota yang mengalami penurunan tanah ya. Berarti ini sebenarnya alert ya bahwa 112 Kabupaten/Kota ya cukup banyak,” ujar Heri.

Heri menuturkan fenomena ini dapat terjadi karena beberapa faktor. Menurutnya ada 7 faktor yang tercatat secara total meski tidak semuanya mungkin terjadi salam satu wilayah.

“Contoh misalnya di Pantura ya termasuk Jakarta. Itu mungkin faktornya ada 2 atau 3 ya. Di Jakarta kan ada efek pembebanan dari infrastruktur dan urukan terhadap tanah lunak kemudian secara teoritis, tanah lunak itu juga turun ya, dan juga secara fakta di lapangan ya namanya kompaksi alamiah, nah kemudian ada eksploitasi air tanah yang berlebihan,” jelasnya.

“Nah kalau kita geser misalnya wilayah Pekalongan, beban infrastruktur relatif tidak ada, tetapi tanahnya turun sebenarnya saat ini melebihi Jakarta. Faktornya apa? Ternyata ada dua, kompaksi alamiah dan eksploitasi air tanah yang lebih masif dibanding Jakarta,” sambung Heri.

Heri menambahkan penurunan tanah di beberapa daerah juga dapat terjadi akibat adanya efek dari eksploitasi minyak dan gas bumi, tambang bawah permukaan, geotermal, dan efek tektonik.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini