Air Laut Diprediksi Alami Kenaikan pada 2050-2100, Berbahayakah?

Agnes Teresia, Okezone · Senin 13 September 2021 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 13 337 2470282 air-laut-diprediksi-alami-kenaikan-pada-2050-2100-berbahayakah-7CuNy9N3mY.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA – Kepala Laboratorium Geodesi Institut Teknologi Bandung, Heri Andreas angkat bicara soal prediksi LIPI yang menyebut kenaikan air laut yang akan terjadi di masa mendatang.

Dia mengatakan bahwa nilai sea level rise tersebut sebenarnya relatif kecil dan dapat diabaikan.

“Kalau kita melihat dari nilai dari sea level rise, ya kan kalau 6 mm atau 1 cm per tahun ya dalam 50 tahun ya 50 cm ya hitungannya seperti itulah, sederhananya ya dan 50 cm ya sebenarnya relatif kecil ya. jadi saya sih sering menyampaikan kalau sea level rise itu bisa diabaikan,” ujar Heri dalam Special Dialogue Okezone, Senin (13/9/2021).

Menurut Heri, karena nilai sea level rise yang relatif kecil tersebut, penurunan tanah atau land subsidence adalah hal yang harus lebih diperhatikan.

Dia melanjutkan bahwa perubahan iklim bisa berdampak pada cuaca ekstrem, gelombang tinggi, hingga banjir rob yang berptensi pada tenggelamnya daratan akibat penurunan tanah.

Baca juga: Kenaikan Muka Air Laut Ancam Pesisir Jakarta, Semarang hingga Demak

“Tetapi nanti ketika kita bicara tentang perubahan iklim, lain ceritanya lagi ya. Jadi kalau perubahan iklim itu kan bisa dalam bentuk sea level rise, bisa dalam bentuk cuaca ekstrem, ketika kita bicara cuaca ekstrem ya, gelombang tinggi, ya salah satunya banjir rob ya,” jelasnya.

“Itu sebenarnya nanti yang lebih harus diperhatikan atau kita bicara kombinasi semuanya lah, sudah ada sea level rise, ada land subsidence, kemudian ada gelombang tinggi dan cuaca ekstrem, nah potensi tenggelamnya ya bisa lebih tinggi,” pungkas Heri.

Baca juga: Beredar Pesan Berantai Air Laut Pasang, Warga Teluk Lampung Panik

(fkh)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini