Jangan Panik Dulu, Begini Proses Tsunami Megathrust Kata Pakar ITB

Agnes Teresia, Okezone · Senin 13 September 2021 06:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 13 337 2470271 jangan-panik-dulu-begini-proses-tsunami-megathrust-kata-pakar-itb-SNu2nRe4nA.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA – Gempa bumi megathrust diprediksi berkekuatan 8,7-9 SR dan dapat memicu tsunami setinggi 20 meter. Kepala Laboratorium Geodesi Institut Teknologi Bandung, Heri Andreas menjelaskan lebih lanjut proses terjadinya tsunami tersebut dalam Special Dialogue Okezone.

Dalam kesempatan itu, Heri juga mengungkapkan fakta bahwa saat ini wilayah Pelabuhan Ratu hingga ke Ujung Kulon terjadi pengangkatan.

“Saat ini berdasarkan data itu sebenarnya terangkat meskipun kan kita tidak merasakan ya. Terjadi uplift ya, itu hanya pakai sensor dan kita lihat dan di situ ada uplift berarti ada energi, nah energinya bisa dihitung makanya keluar kira-kira 8,7 magnitudonya ya atau 9 gitu ya moment magnitude kita istilahkan,” ujarnya.

Berdasarkan pemodelan, jika gempa berkekuatan 8,7 atau 9 SR dengan sistem Megathrust di selatan Jawa tersebut, akan terjadi tsunami mencapai 20 meter ke pesisir Pelabuhan Ratu sampai ke pesisir Ujung Kulon.

Karena ada Selat Sunda, tsunami itu juga bisa merambat ke Merak, Anyer, kemudian terus menjalar ke Jakarta sampai sekitar 1 meter.

Namun Heri juga mengatakan tsunami itu tentu saja tidak akan menyapu seluruh wilayah Jawa seperti yang ditakutkan masyarakat.

“Tentunya tidak akan tumpah ke daratan, itu dongeng ya. Tetapi menjalar lewat Selat Sunda, kemudian sampai dulu ke Anyer, kemudian habis itu sampai ke Cilegon, terus ke barat dalam waktu 3 jam itu secara model sampai ke Jakarta,” katanya.

Maka dari itu, fungsi tanggul akan menjadi lebih penting dari sekadar mencegah banjir rob. Terkait gempa megathrust ini, Heri mengatakan waktu pastinya tidak ada yang tahu.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini