Raja Airlangga Hidup di Pengasingan Sebelum Menjadi Penguasa Kahuripan

Avirista Midaada, Okezone · Senin 13 September 2021 08:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 12 337 2470240 raja-airlangga-hidup-di-pengasingan-sebelum-menjadi-penguasa-kahuripan-JEzHj4H8yn.jpg Raja Airlangga (foto: istimewa)

AIRLANGGA merupakan salah satu raja besar di Pulau Jawa dari Kerajaan Kahuripan. Kerajaan Kahuripan sendiri merupakan lanjutan dari Kerajaan Mataram Kuno, periode Jawa Timur.

Dimana Raja Airlangga menjadi salah satu termasyhur dan meluaskan kekuasaannya di hampir seluruh Pulau Jawa kala itu. Namun siapa sangka sebelum menjadi raja besar, Airlangga yang datang dari Pulau Bali, terpaksa mengasingkan diri ke hutan - hutan.

Baca juga:  Kerajaan Kediri, Bermula dari Perebutan Kekuasaan Raja Airlangga

Sebagaimana dikisahkan dalam buku "Nusantara Sejarah Indonesia" karya Bernard H. M. Vlekke. Airlangga dikisahkan datang dari Bali tempat ayahnya lahir. Konon Airlangga hanyalah seorang raja lokal yang mencoba menguasai Pulau Jawa kala itu.

Tapi sayang langkahnya mendapat pertentangan dan perlawanan dari penguasa - penguasa lokal. Para penguasa lokal ini lebih suka kekacauan berkelanjutan daripada menjadi bawahan seorang raja kuat.

Hal ini yang membuat Airlangga kabur dari peradaban dan memilih hidup dalam pengasingan di hutan - hutan belantara. Tahun - tahun panjang yang dihabiskannya dalam kesendirian di antara petapa - petapa di hutan dan gunung. Selama itu pula ia tak ingin menyia-nyiakan hidupnya, Airlangga menghimpun kekuatan fisik dan moral, untuk mencapai tujuannya.

Ia menyatakan, bahwa masa - masa penyangkalan dan penguasaan diri itulah yang pada akhirnya memberikan keberhasilan padanya. Penguasaan diri yang dijalankan menurut pengajaran Brahmanistik dengan sendirinya memperkuat tekad Airlangga.

Tapi bagi para teolog yang seiman denganya pada zaman itu, pengalamannya punya arti lebih. Mereka memandangnya sebagai periode perhimpunan ilmu gaib dan kekuasaan yang mereka yakini ada dalam segala sesuatu di bumi dan yang mencapai perwujudan paling tinggi pemakaiannya, secara sadar oleh mereka yang ahli dalam kekuatan gaib.

Pada awalnya kekuasaan Airlangga terbatas, dia hanya memerintah satu wilayah di dekat Surabaya, dan banyak raja lokal menolak klaimnya untuk berkuasa atas semua wilayah. Tapi lama - lama Airlangga berhasil menaklukkan semua musuhnya dan mempersatukan Jawa bagian timur, di bawah pemerintahannya.

Ambisi tidak lebih dari itu, walaupun kekuasaan Airlangga tidak sangat luas, reputasinya sangat besar sehingga raja - raja lebih kecil mencoba meniru kejayaan pemerintahannya.

Raja Airlangga menghidupkan kembali negara Jawa Timur, tapi generasi berikutnya menuduhnya menghancurkan hasil karyanya sendiri dengan membagi kerajaannya di antara dua putranya. Ia membagi kekuasaannya lantaran sama - sama menyayangi keduanya.

Kedua kerajaan itu Kerajaan Panjalu dan Kerajaan Janggala. Letak keduanya dipisahkan Gunung Kawi dan Sungai Brantas. Wilayah Kediri terletak sebelah barat Gunung Kawi, sedangkan Janggala di sebelah timur gunung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini