Share

Bawa Kabur Uang Nasabah Rp45 Miliar, Pegawai Bank Ditangkap Bareskrim

Irfan Ma'ruf, iNews · Minggu 12 September 2021 19:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 12 337 2470196 bawa-kabur-uang-nasabah-rp45-miliar-pegawai-bank-ditangkap-bareskrim-hdfFq1cSA7.jpg Bareskrim Polri. (Ilustrasi/Dok Okezone)

JAKARTA - Polisi menangkap pegawai salah satu bank BUMN berinisial MSB atas dugaan pemalsuan bilyet giro saat bekerja di Bank BUMN cabang Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dana deposito puluhan miliar milik nasabah bank pelat merah tersebut raib.

Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Helmy Santika menjelaskan, MSB sudah ditetapkan sebagai tersangka sekaligus ditahan. Pihak bank BUMN telah membuat laporan ke Bareskrim pada April 2021 atas tindak pidana pemalsuan bilyet deposito.

Helmy mengungkapkan, Bank BUMN tidak mengalami kerugian sama sekali dalam peristiwa ini. Namun, nasabah mengalami kerugian karena dana depositonya raib.

Salah satunya adalah korban bernama IMB yang menyimpan dana deposito Rp70 miliar kehilangan Rp 45 miliar. Bahkan, ada korban lain yang diduga ditipu pelaku hingga mengalami kerugian belasan miliar.

"Deposan saudara IMB (hilang) sejumlah Rp45 miliar dari dana deposan seluruhnya Rp70 miliar dan sudah dibayar Rp25 miliar. Deposan saudara H (hilang) sebesar Rp16,5 miliar dari dana yang didepositokan sebesar Rp20 miliar, sudah dibayar Rp3,5 miliar. Deposan saudara R dan saudari A sebesar Rp50 miliar, sudah dibayar," ujar Helmy saat dikonfirmasi, Minggu (12/9/2021).

Helmy menyebutkan, Bareskrim telah memeriksa 20 saksi serta 2 ahli perbankan dan pidana. Dalam proses penyidikan, kata Helmy, Bareskrim kembali menetapkan 2 tersangka lain.

"Sudah dilakukan penetapan tersangka dan penahanan terhadap tersangka atas nama saudari MBS. Sedangkan hasil pengembangan penyidikan ada penambahan 2 tersangka lainnya," terang Helmy.

Berkas perkara ini sudah dilimpahkan ke kejaksaan. Hanya, berkas belum dinyatakan lengkap atau P21.

Helmy membeberkan MBS telah melancarkan aksinya sejak Juli 2019. Kala itu, MBS menawarkan nasabah bernama RJ dan AN untuk membuka deposito dengan bunga 8,25%.

"Hal tersebut juga ditawarkan kepada deposan/nasabah HN dan IMB pada sekitar Juli 2020, dengan cara dana terlebih dahulu dimasukkan ke rekening bisnis atas nama para deposan," katanya.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Selanjutnya, Helmy mengungkapkan tersangka MBS menyerahkan slip kepada para deposan untuk ditandatangani dengan alasan akan dipindahkan ke rekening deposito. Padahal, bukan itu yang MBS beserta rekan bisnisnya lakukan.

"Dana yang ada di rekening bisnis deposan ditarik, dan dalam waktu yang bersamaan disetorkan ke rekening yang sudah disiapkan oleh tersangka MBS dan kawan-kawan. Di antaranya terdapat sejumlah rekening fiktif atau bodong," ucap Helmy.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini