Mahfud Tinjau PLBN Sota di Merauke Papua Sebelum Diresmikan Jokowi

Riezky Maulana, iNews · Minggu 12 September 2021 16:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 12 337 2470145 mahfud-tinjau-plbn-sota-di-merauke-papua-sebelum-diresmikan-jokowi-2gtpzmptL7.jpg Menko Polhukam Mahfud MD tinjau PLBN Sota di Merauke, Papua. (Ist)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyambangi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sota, Merauke, Papua. Dalam kunjungannya itu ia meninjau beberapa fasilitas pendukung kawasan perbatasan, Minggu (12/9/2021).

Mahfud meminta Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) dan kementerian/lembaga terkait, serta pemerintah daerah berperan aktif dalam menumbuhkan serta memajukan perekonomian kawasan perbatasan Sota.

"Tempat yang bagus ini bisa gerakkan menjadi sekaligus sentra pertumbuhan ekonomi terutama ekspor dan impor," ujar Mahfud yang juga ketua dewan pengarah BNPP melalui keterangan tertulis, Minggu (12/9/2021).

Kehadiran Mahfud sekaligus untuk memastikan proses pembangunan kawasan perbatasan, sebelum diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia turut didampingi Menteri Dalam Negeri dan Kepala BNPP.

"Saya hari ini memastikan secara fisik laporan-laporan yang secara rutin dilaporkan kepada saya melalui deputi IV dan Deputi I. Gambarnya bagus-bagus, apakah benar ini? Tadi saya lihat fisiknya benar. Nanti saya bersama Mendagri akan lapor kepada Presiden bahwa ini sudah siap untuk diresmikan oleh Presiden," tuturnya.

Seiring proses pemajuan kawasan perbatasan, sambung Mahfud, akan terjadi peningkatan volume keluar masuk atau pelintasan di PLBN Sota. Menurut dia, hal itu nantinya berkemungkinan menimbulkan masalah-masalah, seperti munculnya tindakan kriminal, penyelundupan, narkoba, dan kejahatan lainnya.

"Kalau sudah menjadi sentra ekonomi, kemudian juga secara sosial menimbulkan kriminalitas. Oleh sebab itu saya sudah banyak berdiskusi dengan Mendagri. Nanti tentu akan ada penindakan-penindakan hukum," papar Menteri Pertahanan era Presiden Gus Dur ini.

Baca Juga : Jelang PON Papua, Mahfud MD Minta Aparat Mantapkan Rencana Pengamanan

Mahfud mengimbau penegakan hukum di kawasan perbatasan Sota agar mengedepankan pendekatan restoratif justice khusus untuk pelanggaran ringan. Menurut dia, hukum digunakan untuk menjaga harmoni bukan untuk menakut-nakuti.

"Penegakan hukum supaya menggunakan pendekatan restoratif justice. Dididik, diberi pengertian, jangan dibuat takut. Hukum yang ramah yang harus ditegakkan disini, sehingga hukum itu, dipakai untuk membangun harmoni, bukan untuk menakut-nakuti," ucapnya.

Namun, ia melanjutkan, langkah-langkah tegas harus diambil jika menyangkut pidana serius seperti narkoba, pembunuhan, dan tindakan kriminal serius lainnya.

"Jika pelanggarannya ringan dinasehati saja, diberi tahu caranya, kalau bisa dibantu. Kecuali yang menyangkut tindak pidana serius seperti narkoba, pembunuhan, perampokan," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini