Strategi Gajah Mada Bikin Raja Majapahit Kembali Kuasai Tahtanya

Avirista Midaada, Okezone · Minggu 12 September 2021 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 11 337 2469898 strategi-gajah-mada-bikin-raja-majapahit-kembali-kuasai-tahtanya-ArbNwA7mF0.jpg Mahapatih Gajah Mada (foto: ist)

GAJAH MADA selain sebagai kepala pemerintahan dan pengatur negara di era Majapahit. Ia juga dikenal sebagai ketua pasukan pengawal istana raja. Hal terlihat saat Raja Jayanegara mau berangkat mengungsi Badander.

Pada masa itu, Gajah Mada yang bertugas berjaga dikisahkan dalam buku "Gajah Mada Sistem Politik dan Kepemimpinan" karya Enung Nurhayati, Gajah Mada bahkan dan pasukannya mengiringkan raja sampai ke tempat dan seterusnya.

Baca juga: Kegemilangan Gajah Mada yang Berujung Hadiah dari Raja Majapahit

Bahkan suatu ketika ada seorang Pangalasan atau pejabat desa meminta izin untuk pulang kepada Gajah Mada. Namun Gajah Mada dengan segala pertimbangannya tak mengizinkan sang Pangalasan untuk pulang.

Gajah Mada beralasan bahwa Pangalasan yang mengawal raja hanya sedikit, maka ia tak mengizinkan sang Pangalasan pulang. Namun Pangalasan tersebut tetapi bersikeras untuk meminta izin untuk pulang kepada Gajah Mada. Bahkan sang Pangalasan tersebut sedikit memaksa untuk pulang.

Baca juga: Sosok Penting Gajah Mada Menggerakkan Politik dan Pemerintahan Majapahit

Alhasil Gajah Mada yang kala itu tengah mengawal sang raja dikisahkan dalam serat Pararaton, terpaksa memberikan hukuman kepada Pangalasan tersebut. Gajah Mada terpaksa menikam sang Pangalasan itu sampai mati.

Hukuman itu diberikan karena Pangalasan tersebut memaksa untuk meminta izin pulang. Tapi Gajah Mada menikam pejabat desa tersebut karena khawatir akan menyebarluaskan berita terhadap Kuti, bahwa dengan berada di Badander.

Usai sepekan berada di Badander karena mengungsi setelah pemberontakan Kuti, Gajah Mada akhirnya kembali menyusun strategi untuk mengembalikan kekuasaan Raja Majapahit yang diduduki oleh Jayanegara kala itu. Dengan siasat dan kecerdikannya, dimulai dengan melakukan penelitian keadaan dan menyelidiki kesetiaan para pegawai di istana Majapahit terhadap rajanya.

Alhasil setelah beberapa kali penelitian dan memiliki keyakinan bahwa pegawai - pegawai itu masih setia kepada raja. Gajah Mada setuju menterinya untuk membunuh Kuti. Rencana itu pun berhasil hanya dalam waktu seminggu Gajah Mada berhasil mengembalikan kekuasaan raja dengan cara membunuh Kuti. Strategi ini membuktikan bahwa Gajah Mada memiliki ahli siasat dengan bisa bertindak cepat dan tepat.

Berkat kecerdikan yang berhasil mengembalikan kekuasaan kepada raja, Gajah Mada kembali mendapat hadiah dari raja. Gajah Mada mendapat paket liburan istirahat dua bulan dan promosi kenaikan jabatan menjadi patih di Kahuripan. Penjelasan ini tercatat pula dalam serat Pararaton.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini