Humor Gus Dur: Roti Habis, Sabun Habis, Peluru Habis

Mohammad Adrianto S, Okezone · Sabtu 11 September 2021 06:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 10 337 2469369 humor-gus-dur-roti-habis-sabun-habis-peluru-habis-2Ch2upEart.jpg Gus Dur (Foto: Ist)

JAKARTA – Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, merupakan presiden dengan pengetahuan luas akan negara lain. Pengetahuan tersebut sering digunakan untuk membuat candaan yang lucu.

Menyadur buku Mati Tertawa Bareng Gus Dur, salah satu humor yang dia cetuskan yakni mengenai kisah negara Rusia pasca pecahnya Uni Soviet.

Ini cerita Gus Dur tentang situasi Rusia, tidak lama setelah bubarnya Uni Soviet. Sosialisme hancur, dan para birokrat tidak punya pengalaman mengelola sistem ekonomi pasar bebas.

Baca Juga: Humor Gus Dur: Mendarat di Bandara Abdurrahman Wahid

Di masa sosialisme, memang rakyat sering antre untuk mendapatkan macam-macam kebutuhan pokok, tapi manajemennya rapi, sehingga semua orang kebagian jatah. Sekarang, masyarakat tetap harus antre, tapi karena manajemennya jelek, antrean umumnya sangat panjang, dan banyak orang yang tidak kebagian jatah.

Begitulah, seorang aktivis sosial berkeliling kota Moskow untuk mengamati bagaimana sistem baru itu bekerja. Di sebuah antrean roti, setelah melihat banyaknya orang yang tidak kebagian, aktivis itu menulis di buku catatannya, “roti habis.”

Lalu dia pergi ke antrean bahan bakar. Lebih banyak lagi yang tak kebagian. Dan dia mencatat “bahan bakar habis!” Kemudian dia menuju ke antrean sabun. Wah pemerintah kapitalis baru ini betul-betul brengsek, banyak sekali masyarakat yang tidak mendapat jatah sabun. Dia menulis besar-besar “SABUN HABIS!”

Baca Juga: Humor Gus Dur: Maju Aja Dituntun, Apalagi Mundur

Tanpa dia sadari, dia diikuti oleh seorang intel KGB. Ketika dia akan meninggalkan antrean sabun itu, si intel menegur “Hey bung! dari tadi kamu sibuk mencatat-catat terus, apa sih yang kamu catat?”

Sang aktivis menceritakan bahwa dia sedang melakukan penelitian tentang kemampuan pemerintah dalam mendistribusikan barang bagi rakyat. 

“Untung kamu ya, sekarang sudah jaman reformasi,” ujar sang intel, “Kalau dulu, kamu sudah ditembak.” 

Sambil melangkah pergi, aktivis itu mencatat, Peluru juga habis!

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini