Kemensos Anggarkan Rp138 Miliar untuk Anak Yatim-Piatu Akibat Covid-19

Widya Michella, MNC Media · Jum'at 10 September 2021 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 10 337 2469287 kemensos-anggarkan-rp138-miliar-untuk-anak-yatim-piatu-akibat-covid-19-WSELG5AbUo.jpg Dirjen Rehabilitasi Kemensos, Harry (foto: MNC Portal/Widya)

JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) RI menganggarkan Rp138 miliar untuk 173 ribu anak yatim terdampak Covid-19 tahun 2021. Dirjen Rehabilitasi Kemensos Harry Hikmat mengatakan, anggaran ini didapatkan dari program Atensi berbagai balai-balai Kemensos di Indonesia.

Pada tahun 2021, Kemensos menganggarkan Atensi dengan total anggaran sebesar Rp322 miliar untuk 5 klaster yaitu anak, penyandang disabilitas, lansia, korban napza serta korban tuna sosial dan korban perdagangan orang (KPO).

"Kemudian kami menyisir sisa artinya yang belum terserap sampai 31 agustus kemarin itu tersedia Rp277 miliar kita optimalkan untuk anak yatim. Asumsi kita ambil 50 persen karena prioritas nasional Rp138 miliar anggaran yang disediakan tahun ini bisa mengcover sekitar 173 ribu anak yatim seluruh Indonesia," jelas Harry saat ditemui MPI di Jakarta, Jumat (10/9/2021).

Baca juga: Pemprov DKI Akan Berikan Bantuan kepada Anak Yatim Piatu Korban Covid-19

173 ribu anak yatim karena Covid-19 diberikan bantuan sosial tunai (bansos) tunai yang disalurkan melalui Bank HIMBARA selama 4 bulan mulai dari September-Desember 2021. Ia menambahkanM sebanyak 25 ribu data anak yatim karena Covid-19 telah dikumpulkan dan masih proses asesmen, verivali serta analisis kebutuhan.

"Karena kita ini juga berpacu dengan waktu dalam keadaan sulit, maka data yang dikirim bupati walkot kita langsung asesmen dalam rangka pembukaan rekening. Karena mekanisme sudah disetujui lewat perbankan dengan hitung-hitungan yang belum sekolah 300 ribu per bulan, dan yang sudah sekolah 200 ribu per bulan," jelasnya.

Baca juga: Ratusan Anak di Jambi Jadi Yatim Piatu Akibat Orangtuanya Meninggal karena Covid-19

Sebelum dilakukan pembukaan rekening untuk anak yatim, Kemensos juga terus memastikan kebenaran wali atau pengampu anak yatim dengan cara mengecek dari rumah ke rumah. "Difoto anak sama wali kita pakai app berbasis android," ujarnya.

"Itu bisa bertambah kalau karena verivali melewati September, kita bisa merujuknya ke Oktober, November, Desember untuk 3 bulan intinya itungannya per bulan. Tapi kita sudah mulai (kasih) sejak Agustus dan September 2021," pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini