Share

Bertemu Menhan Australia, Prabowo Bahas KRI Nanggala hingga Alutsista

Riezky Maulana, iNews · Kamis 09 September 2021 18:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 09 337 2468900 bertemu-menhan-australia-prabowo-bahas-kri-nanggala-hingga-alutsista-3Ol3UlOFhm.jpg foto: ist

JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menggelar pertemuan tahunan 2+2 dengan Menhan Australia Peter Dutton MP dan Menlu Australia Marise Payne,di Gedung Pancasila Kemlu, Jakarta Pusat, Kamis (9/9/2021).

(Baca juga: Menhan Australia Kunjungi Indonesia, Prabowo: Pererat Kerjasama Pertahanan dan Kesehatan)

Dalam pertemuan ini, kedua Menteri Pertahanan menandatangani pembaruan dari Defence Cooperation Arrangement (DCA) yang merupakan dokumen penting untuk menjadi payung kerja sama pertahanan komprehensif di masa depan.

"Kami juga telah menyepakati untuk bekerja keras meningkatkan DCA ini menjadi kesepakatan yang lebih kuat bagi kerja sama pertahanan kedua negara dalam kerangka kemitraan strategis," ujar Prabowo.

Prabowo juga mengucapkan terima kasih kepada Peter atas bantuan yang diberikan Departemen Pertahanan Australia, berupa alat pelindung diri (APD) untuk mendukung program mitigasi Covid-19 di lingkungan Kemhan dan TNI pada Agustus 2020 dan 8 April 2021.

Selain itu, terima kasih juga disampaikan Prabowo atas respons cepat Angkatan Bersenjata Australia dalam membantu pencarian KRI Nanggala-402 beberapa waktu lalu.

(Baca juga: Survei SPIN: Elektabilitas Prabowo Tertinggi Disusul Anies dan Ganjar)

Dalam pertemuan ini juga dibahas mengenai dukungan Australia dalam pasukan penjagaan perdamaian. Di mana Australia telah mendonasikan sebanyak 15 Armoured Personnel Carriers serta mendiskusikan kemungkinan pengadaannya di masa mendatang.

Selain itu, juga membahas mengenai kemungkinan Australia membuka area pelatihannya bagi unit militer Indonesia, untuk berpartisipasi saat melaksanakan latihan bersama. Kemudian, keduanya berencana membuka kesempatan bagi Taruna TNI untuk mengikuti pendidikan di Akademi Angkatan Bersenjata Australia dan The Royal Military College, Duntroon Australia.

Selanjutnya pembahasan sejumlah materi lainnya dalam pertemuan 2+2 mencakup beberapa hal. Pertama, kerja sama pemulihan bersama dalam hal pandemi Covid-19, kedua pemulihan ekonomi, ketiga bidang pertahanan dan keamanan konter terorisme, keempat konter disinformasi dan kerjasama siber.

Kemudian, dibahas pula terkait dinamika di Kawasan Indo-Pasifik dan keamanan maritim, maupun isu regional Myanmar dan Afghanistan.

Pada Pertemuan 2+2 ini juga menghasilkan 3 MoU yang ditandatangani antara lain, MoU on countering Terrorism n Violence Extrimism, MoU in Cyber Cooperation and Emerging Cyber Technology dan Arrangement on Defence Coperation.

Dalam kemitraan di Kawasan, Indonesia memandang kerja sama penguatan arsitektur kawasan penting agar mampu mendukung kelancaran pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi, serta mampu menjadikan kawasan sebagai ekosistem yang damai, stabil, dan sejahtera.

Konsep kerja sama Indo-Pasifik yang dilandasi politik luar negeri bebas aktif sejalan dengan visi mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia yang juga menjadi arah pembangunan pertahanan negara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini