Siswa SD Belum Bisa Divaksin, Wapres Minta Pengawasan PTM Diperketat

Dita Angga R, Sindonews · Kamis 09 September 2021 13:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 09 337 2468681 siswa-sd-belum-bisa-divaksin-wapres-minta-pengawasan-ptm-diperketat-56zBuXiO8j.jpg Wapres KH Maruf Amin (Foto : Istimewa)

JAKARTA - Sasaran vaksinasi saat ini masih terbatas pada usia 12 tahun keatas. Sehingga anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) masih belum bisa divaksin. Terkait hal tersebut, Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengatakan bahwa pembelajaran tatap muka (PTM) untuk SD harus diawasi lebih ketat.

“Karena itu memang di SD itu kan memang sampai 12 tahun itu belum divaksin. Karena itu memang pengawasannya agak lebih ketat karena memang belum ada vaksin. Tapi kan mereka relatif lebih kebal dibandingkan dengan yang sudah dewasa,” katanya saat meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) dan vaksinasi di Kabupaten Bogor, Kamis (9/9/2021).

Maruf menekankan bahwa ada aturan-aturan dalam pelaksanaan PTM. Namun yang paling penting adalah izin dari orang tua.

“Nah, saya kira itu karena itu sudah dibuat aturan-aturannya untuk pengamanannya supaya mereka bisa aman. Tapi tetap memerintah hanya melakukan penyelenggaraan, harus tetap ada tetapi izin orang tua,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengatakan bahwa PTM bisa dilakukan dari PAUD hingga perguruan tinggi jika daerahnya ada di level PPKM 1 sampai 3. Namun ada sekolah yang diwajibkan tatap muka jika gurunya dan tenaga pendidik telah divaksin lengkap.

Baca Juga : 7 Alasan Mengapa PTM Penting Digelar di Tengah Pandemi

Meski begitu untuk siswa mengikuti PTM atau tidak tetap ada di tangan orang tua.

“Keputusan terakhir itu ada ditangan orang tua dan murid. Keputusan terakhir ada di tangan orang tua,” tuturnya.

Di sisi lain dia mengungkapkan bahwa PTM terbatas saat ini belum memungkinkan semua siswa masuk ke sekolah. Pasalnya untuk SD hingga SMP kapasitas maksimal 18 anak per kelas. Sementara untuk PAUD hanya 5 anak per kelas.

Sehingga dia memastikan selain PTM, tetap masih ada pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring.

“Jadi setengah kelas itu memang PJJ. jadi secara tidak langsung memang ini adalah PTM terbatas itu adalah hybrid model. Dimana sudah jelas setengah dari kelasnya yang tidak bisa hadir itu masih melanjutkan melalui proses PJJ,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini