Kemenkes Deteksi 2.300 Varian Delta, Tersebar di 33 Provinsi di Indonesia

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 08 September 2021 17:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 08 337 2468263 kemenkes-deteksi-2-300-varian-delta-tersebar-di-33-provinsi-di-indonesia-Kw3sDcJva2.jpg Foto: Illustrasi Freepick

JAKARTA - Kementerian Kesehatan memastikan terus melakukan pemantauan terhadap munculnya varian-varian baru Covid-19 terutama varian Delta.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa saat ini telah terdeteksi 2.300 varian Delta yang tersebar di 33 Provinsi di Tanah Air.

“Tentunya kami dari Kementerian Kesehatan dan juga sektor lain terkait selalu melakukan pemantauan dan melakukan pemeriksaan sequencing terhadap kasus-kasus yang masuk ke Indonesia maupun yang terjadi melalui penularan lokal yang mungkin terjadi di negara kita ini,” ungkap Nadia dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (8/9/2021).

Baca juga: Anies: Positivity Rate Covid-19 Menurun Drastis Bukan Berarti Boleh Lepas Masker

Nadia mengatakan, dari 5.835 hasil sequencing yang dilakukan, tercatat 2.300 adalah varian Delta.

“Sampai saat ini tidak kurang dari 5.835 hasil sequencing yang telah kita lakukan. Dan telah kita laporkan dan dari total tersebut 2.300 adalah varian Delta yang ditemukan di 33 provinsi di Indonesia,” tuturnya.

Baca juga: Kasus Covid-19 Bertambah 6.731 Sehari, Jateng Tertinggi

“Selain itu, kita juga melakukan pemantauan semua varian yang muncul baik itu variant of concern yaitu varian Alfa, Beta, Gamma dan Delta, maupun varian of Interest seperti varian Eta, Iota, Kappa, Lambda dan lainnya, termasuk varian Mu dan juga varian-varian lokal yang muncul di Indonesia,” papar Nadia.

Nadia juga menegaskan, bahwa Kemenkes terus melakukan pemantauan terhadap varian Mu yang saat ini telah menyebar di 46 negara dunia. Pihaknya pun memastikan terus melakukan koordinasi dengan petugas Imigrasi untuk menyusun kebijakan mengantisipasi masuknya varian baru ini.

“Kami juga melakukan pemantauan terhadap varian Mu yang saat ini menyebar di 46 negara. Kami terus berkoordinasi dengan petugas-petugas di pintu-pintu masuk negara untuk menyusun kebijakan mengantisipasi kemungkinan masuknya varian yang dikatakan memiliki kekebalan atau efek terhadap vaksinasi,” paparnya.

Pemerintah, kata Nadia, juga berupaya mencegah masuknya varian baru dari luar negeri. “Ini melalui pengetatan kebijakan karantina Internasional, entry dan exit testing serta persyaratan vaksinasi. Kami terus berkonsultasi dengan WHO untuk terus memperbarui informasi terkait varian Mu dan varian-varian lain yang berpotensi menyebar di Indonesia,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini