Share

Perusakan Rumah Ibadah Ahmadiyah, Ma'ruf Amin Minta Hukum Harus Ditegakkan

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 08 September 2021 17:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 08 337 2468243 perusakan-rumah-ibadah-ahmadiyah-ma-rif-amin-minta-hukum-harus-ditegakkan-VmYkJ2JJD6.jpg Wapres KH Ma'ruf Amin. (Foto : Setwapres)

JAKARTA โ€” Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin buka suara terkait insiden dugaan perusakan tempat ibadah jamaah Ahmadiyah di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, beberapa waktu lalu. KH Ma'ruf menjelaskan, sudah selayaknya tindakan melanggar hukum harus ditindak.

"Pokoknya kalau ada unsur-unsur kriminalnya itu harus ditegakkan hukum. Supaya tidak terjadi. Siapapun yang melanggar hukum nah itu ditegakkan hukumnya. Saya kira prinsip itu," ujar Wapres, Rabu (8/9/2021).

Meski ajaran Ahmadiyah telah ditetapkan sesat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), Wapres meminta kedua pihak mematuhi ketentuan-ketentuannya agar tidak terjadi aksi main hakim sendiri.

"Saya kira sudah ada aturan-aturan yang harus dipatuhi oleh semua pihak. Sudah ada panduan-panduannya. Kalau nanti yang bersifat pelanggaran, perizinan tentu sifatnya penegakan hukum terhadap mereka yang melakukan pelanggaran. Baik si yang menyerang atau mungkin pelanggaran yang telah diserang," tutur Wapres.

"Karena aturan-aturannya sudah ada, tidak boleh ini, tidak boleh ini. Ada. Ahmadiyahnya juga tidak boleh ini, tidak boleh ini, ada. Dari yang ini (menyerang) juga tidak boleh melakukan. (Kalau) melaporkan boleh, kalau ada pelanggaran, tapi tidak boleh melakukan penyerangan. Karena itu semua prinsipnya ditegakkan hukumnya pada siapa saja," lanjut Wapres.

Dengan penegakan hukum yang adil, kasus serupa tidak akan terjadi lagi ke depannya. Sejalan dengan itu, Wapres meminta aparat mengantisipasi tindakan-tindakan itu lebih dulu.

"Dengan demikain kita tidak akan memberikan kesempatan lagi terjadi ke depannya. Dari pihak aparat supaya juga selalu mengantispasi kemungkinan itu lebih dini," jelas Wapres.

Baca Juga : Wapres Ma'ruf: Covid-19 Masih Akan Bermutasi dan Mengancam

Follow Berita Okezone di Google News

Sebagaimana diketahui, terjadi peristiwa perusakan (pembakaran) Masjid Ahmadiyah di Tempunak, Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar) pada Jumat 3 September 2021. Peristiwa ini menyedot perhatian beberapa kalangan.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas sebelumnya meminta aparat penegak hukum menindak tegas pelaku perusakan tempat ibadah jemaat Ahmadiyah di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat oleh sekelompok orang. Menurutnya, tindakan main hakim sendiri tidak bisa dibenarkan dan merupakan pelanggaran hukum.

โ€œTindakan sekelompok orang yang main hakim sendiri merusak rumah ibadah dan harta benda milik orang lain tidak bisa dibenarkan dan jelas merupakan pelanggaran hukum,โ€ tegas Yaqut pada Sabtu 4 September 2021.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini