Siswa yang Keluarganya Terpapar Covid-19 Tak Boleh Ikut Belajar Tatap Muka

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 08 September 2021 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 08 337 2468058 siswa-yang-keluarganya-terpapar-covid-19-tak-boleh-ikut-belajar-tatap-muka-5p0gY2l4k8.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA — Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, siswa yang anggota keluarganya terinfeksi Covid-19 tidak diperbolehkan mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah. Kebijakan itu diambil untuk melindungi semua pihak.

Hal tersebut dikatakan Kiai Ma'ruf usai meninjau pelaksanaan PTM di sejumlah sekolah di Ibu Kota. Ia ditemani Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan beserta pejabat lainnya.

"Ada syarat juga bahwa di rumahnya tidak boleh ada yang terpapar. Kalau ada siswa yang rumahnya terpapar nah ini dia tidak boleh ikut tatap muka. Atau gurunya kalau terpapar juga tidak boleh mengajar. Ini beberapa aturan yg tadi saya tahu," ujarnya melalui rekaman suara yang dikirimkan Setwapres, Rabu (8/9/2021).

Kiai Ma'ruf menambahkan, jika terjadi penularan kasus positif pada saat PTM maka siswa atau tenaga pendidik yang mengalaminya harus diisolasi atau sekolah ditutup sementara.

Baca Juga : Wapres dan Gubernur DKI Keliling Sekolah Tinjau Pembelajaran Tatap Muka

Kiai Ma'ruf juga menekankan syarat lain mengikuti PTM terbatas adalah baik siswa maupun tenaga pendidik dan guru harus sudah disuntik vaksin Covid-19.

"Bagi siswa tentu juga diharapkan semuanya sudah divaksin. Tadi saya lihat hampir semuanya sudah divaksin dua kali. Saya tanya itu semua. Nah kemudian juga guru-gurunta nya itu semua. Infrastrukturnya," jelasnya.

Kiai Ma'ruf mengunjungi SD Tarakanita 5 di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur; SPK SMAK Penabur di Jalan Boulevard Bukit Gading Raya Blok A5-A8, Kelapa Gading, Jakarta Utara; dan SMKN 19 Jakarta di Jalan Danau Limboto, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Selain Anies Wapres tampak didampingi oleh Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek Jumeri.

Lalu hadir pula Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati; Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Sekretariat Wakil Presiden Suprayoga Hadi; Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi; dan Staf Khusus Wapres Bambang Widianto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini