Waspada! Gelombang Tinggi Capai 6 Meter di Berbagai Wilayah Indonesia

Fahmi Firdaus , Okezone · Rabu 08 September 2021 11:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 08 337 2467969 waspada-gelombang-tinggi-capai-6-meter-di-berbagai-wilayah-indonesia-ROkBnvjpgg.jpg Foto: Antara

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga sangat tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada 8 - 9 September 2021.

 (Baca juga: Kamar Sel Terkunci, 41 Korban Tewas Kebakaran di Lapas Tangerang Hangus Terbakar)

Dalam rilis BMKG yang diterima redaksi, Rabu (8/9/2021), pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Tenggara - Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 5 - 20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur - Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5 - 30 knot.

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan selatan P. Sumba - P. Rotte, perairan Kep. Sermata - Kep. Aru, Laut Banda, Laut Arafuru, dan perairan selatan Yos Sudarso – Merauke,” tulis isi rilis tersebut.

(Baca juga: Diyan Adi Priyana, Terpidana Kasus Terorisme Depok Tewas dalam Kebakaran Lapas Tangerang)

Kondisi tersebut mengakibatkan peningkatan gelombang setinggi 1,25 - 2,50 meter yang berpeluang terjadi di beberapa perairan seperti perairan barat Aceh, perairan timur P. Simeulue - Kep. Mentawai, Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba, perairan utara Kupang - P. Rotte, Laut Jawa bagian tengah dan timur, perairan Kep. Kangean, perairan Kotabaru, Selat Makassar bagian selatan dan tengah, Laut Bali dan Laut Sumbawa, perairan Kep. Selayar, Laut Flores, perairan selatan Baubau, Laut Seram bagian barat, Teluk Tolo, perairan selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku, perairan Bitung - Kep. Sitaro, perairan Kep. Sangihe - Kep. Talaud, perairan utara dan barat Halmahera, Samudra Pasifik utara Halmahera, perairan P. Misool - Fakfak - Kaimana, perairan Amamapre - Agats bagian barat, Samudra Pasifik utara Papua.

BMKG memaparkan, untuk gelombang yang lebih tinggi kisaran 2,50 - 4,0 meter berpeluang terjadi di perairan utara Sabang, Selat Malaka bagian utara, perairan barat P. Simeulue - Kep. Mentawai, perairan Enggano - Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Sumatra, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten - NTT, Samudra Hindia selatan Banten - Jawa Tengah.

Selanjutnya Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, perairan selatan P. Sumba - P. Sawu, Laut Sawu, perairan selatan Sawu - Kupang - P. Rotte, Samudra Hindia selatan NTT, Laut Natuna bagian utara, Laut Natuna, perairan Kep. Anambas - Natuna, perairan selatan Kep. Banggai - Kep. Sula, perairan Manui Kendari bagian timur, perairan timur Kep. Wakatobi, perairan selatan P. Buru - P. Seram, Laut Banda dan Laut Seram bagian timur, Samudra Pasifik utara Papua barat, perairan Kep. Sermata - Kep. Tanimbar, perairan Kep. Kei - Kep. Aru, dan Laut Arafuru bagian timur.

Sedangkan, wilayah yang berpotensi terjadi gelombang sangat tinggi yaitu 4,0 - 6,0 meter adalah Samudra Hindia selatan Jawa Timur - Sumbawa dan Laut Arafuru barat dan tengah.

BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu tetap waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25m), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5m), kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang lebih dari 2.5m), kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0m).

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal serta beraktifitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap waspada,” demikian isi rilis tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini