KPK Bersinergi dengan BPN Selamatkan 203 Aset di Jabar Senilai Rp54 Miliar

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 07 September 2021 17:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 07 337 2467594 kpk-bersinergi-dengan-bpn-selamatkan-203-aset-di-jabar-senilai-rp54-miliar-eAwei59MIs.jpg foto: istimewa

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersinergi dengan Kejaksaan RI, Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berhasil menyelamatkan 203 aset tanah di daerah Jawa Barat. Aset yang berhasil diselamatkan tersebut senilai total Rp54 miliar.

Adapun, aset tersebut berupa 202 bidang tanah milik Pemkot Bandung senilai total Rp53,1 miliar dan pemulihan satu aset bermasalah berupa tanah di Kelurahan Cigending seluas 974 meter persegi sejumlah Rp892 juta. Sertifikat aset tanah tersebut kemudian diserahkan ke pemilik sah yakni pemerintah daerah.

"Kami apresiasi Walikota, Kajari, Asdatun Kejati dan Kepala Kantor Pertanahan yang telah berkerja bersama-sama, sehingga tanah yang bermasalah di era Pak Walikota bisa kembali ke pemilik sahnya," ujar Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah II KPK, Yudhiawan melalui keterangan resminya, Selasa (7/9/2021).

Baca juga:  Wow! 70 Persen Harta Pejabat Negara Bertambah Selama Pandemi, Rata-Rata Naik Rp1 Miliar

Lebih lanjut, diterangkan Yudhiawan, penyelamatan aset merupakan satu dari delapan area intervensi KPK dalam program pencegahan korupsi di daerah yang terangkum dalam Monitoring Center for Prevention (MCP).

 Baca juga: KPK: 95 Persen LHKPN Tidak Akurat, Diduga Banyak yang Disembunyikan

Yudhiawan menjelaskan, ada tiga fokus yang menjadi konsen KPK dalam manajemen aset daerah. Ketiga fokus itu yakni, melakukan pengamanan dengan sertifikasi; penertiban dengan memastikan kewajiban pihak ketiga menyerahkan aset yang menjadi hak pemda; dan pemulihan aset.

"Kalau sekarang namanya pemulihan aset. Aset yang seharusnya milik pemerintah, maka yang menjadi milik pemerintah bagaimana pun harus dikembalikan ke negara. Tidak boleh dimiliki atau dikuasai oleh siapapun," tegas Yudhiawan.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini