Warganet Adukan Pungli di Samsat, Mahfud MD: Saya Minta Datanya

Riezky Maulana, iNews · Selasa 07 September 2021 07:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 07 337 2467220 warganet-adukan-pungli-di-samsat-mahfud-md-saya-minta-datanya-09USwFANMr.jpg Menko Polhukam Mahfud MD (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menanggapi kritik yang disampaikan oleh salah satu warganet bernama Emerson Yuntho ihwal adanya pungutan liar (pungli) yang terjadi di salah satu kantor Samsat. Kritik disampaikannya melalui akun media sosial (Medsos) Twitter.

Emerson yang juga merupakan advokat bertanya kepada Mahfud apakah tim Satgas Saberpungli masih ada. Menanggapi itu, Mahfud menyatakan satgas tersebut masih bertugas.

"Masih ada Saberpungli," jawab Mahfud dalam akun Twitter pribadinya, Selasa (7/9/2021).

Tak hanya itu, Mahfud juga meminta data lengkap terkait pungli yang disampaikannya. Eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini mengimbau masyarakat tidak sungkan melapor langsung bilamana memiliki bukti terkait praktik pungli.

"Samsat mana saja itu? Saya minta datanya (bisa disampaikan langsung ke saya, bisa juga lewat Twitter). Ke kantor saya juga boleh," tuturnya.

Baca juga: Mahfud MD: Perguruan Tinggi Harus Jadi Benteng Budaya!

Mengetahui aduannya ditanggapi Menko Polhukam, Emerson langsung menyerahkan datanya melalui fitur direct message. Mahfud menyebut kejadian pungli itu akan segera dicek.

Dia mengatakan, tindakan pungli marak lantaran kendornya pengawasan. Sebab, pengurusan surat-surat seperti SIM dan STNK sudah menggunakan basis elektronik.

Baca juga: Mahfud MD Pastikan Keamanan Terkendali, PON Papua Siap Dilaksanakan

"Trims. Besok akan dicek. Kalau ada pungli seperti itu laporkan kepada saya. Mungkin saja pengawasan memgendor karena pengurusan surat-surat seperti SIM dan STNK sekarang sudah pakai elektronik sehingga pungli sulit dilakukan," katanya.

Mahfud lantas menjelaskan apa yang disebabkan oleh pungli. Dia menuturkan definisi pungli adalah apabila dalam pelayanan publik masyarakat diminta membayar namun tidak diberi tanda terima.

Dia mengatakan, saat ini Samsat sudah diarahkan melakukan pembayaran via SMS banking.

"Ya, itu pungli namanya, Bung Eson. Kalau disuruh bayar tapi tak diberi tanda terima itu namanya pungli. Sekarang kita sudah arahkan bayarnya pakai SMS banking yang langsung ada receipt-nya. Kalau cash pun harus ada kuitansi, sekecil berapa pun jumlahnya," tuturnya.

Baca juga: Mahfud MD Minta Kapolda dan Gubernur Kalbar Segera Tangani Kasus Perusakan Masjid Ahmadiyah

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini