Kisah Tentara Tidur di Rumah Rakyat Bikin Ciut Penjarah

Mohammad Adrianto S, Okezone · Selasa 07 September 2021 07:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 06 337 2467138 kisah-tentara-tidur-di-rumah-rakyat-bikin-ciut-penjarah-pGUJMXTGr4.jpg Ilustrasi Kopassus (Foto: Kopassus.mil.id)

JAKARTA – Pasukan elite TNI Angkatan Darat, Komando Pasukan Khusus (Kopassus), bertugas untuk menjaga keamanan masyarakat. Salah satunya dengan tinggal di rumah rakyat, demi menjaga mereka dari penjarahan, Mei 1998.

Disadur dari buku Kopassus untuk Indonesia, Batalyon 11 – Grup 1 Kopassus yang dipimpin oleh Letnan Kolonel (Letkol) Doni Munardo, mendapat tugas dari Kolonel Pramono Edhie Wibowo untuk mengamankan Ibu Kota.

Baca Juga:  Kopassus dalam Penyamaran, Diuji Kesetiaan oleh Musuh dan Ditembaki Teman Sendiri

Pada 14 Mei 1998, pasukan Doni tiba di Kelapa Gading yang diinformasikan akan dijarah. Pukul 1 dini hari, pasukan bernyanyi dan meneriakan yel-yel saat memasuki kawasan tersebut, dengan harapan warga dapat menyadari kehadiran mereka.

Doni menegaskan, tidak boleh ada seorang prajurit pun yang boleh tinggal di rumah mewah atau mal. Mereka diperintahkan tidur di rumah rakyat yang ada di sekitar Kelapa Gading.

Tidak hanya itu, tentara dilarang untuk menerima uang apapun alasannya. Doni sempat kedatangan pejabat untuk mengamankan RW mereka dengan imbalan uang jutaan rupiah, namun dia tolak dengan alasan ‘pagar’ yang dia bangun bisa bolong jika harus mengurangi jumlah pasukan mereka. 

Doni sengaja menempatkan pasukannya di daerah Kelapa Gading, agar bisa menutup semua akses masuk dan menyulitkan pihak luar yang ingin menjarah.

Banyak warga menyalurkan bantuan mereka sebagai tanda terima kasih. Pasukan Doni mendapatkan rokok, hingga baju dalam.

Baca Juga:  Kisah Kopassus Menyamar Jadi Tukang Durian Rela Ditempeleng

Di hari penjarahan, Doni yang sedang berpatroli menggunakan mobil dan menawarkan sekumpulan anak muda untuk ikut jalan-jalan bersama dia. Seorang anak muda menerima tawaran Doni dan berkeliling bersamanya.

Dalam perjalanan, Doni bertanya mengenai kabar penjarahan yang diisukan terjadi pada hari itu. Respons anak muda tersebut membuat Doni terkejut.

“Gimana mau jarah Kelapa Gading?! Semua rumah sudah ada pasukan Bapak, jadi mana bisa ngumpulin orang?!” kata pemuda tersebut.

Doni merasa lega. Tanpa disangka, taktik dia membangun “pagar” di sekitar Kelapa Gading berhasil mencegah terjadinya penjarahan serta pembakaran di Kawasan tersebut.

Mungkin, warga Kelapa Gading sendiri belum menyadari bahwa saat itu mereka dijaga oleh pasukan Kopassus yang “tidak terlihat”.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini