Share

Komnas HAM Dorong Polisi Ungkap Aktor Intelektual Perusakan Rumah Ibadah Ahmadiyah

Riezky Maulana, iNews · Senin 06 September 2021 13:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 06 337 2466854 komnas-ham-dorong-polisi-ungkap-aktor-intelektual-perusakan-rumah-ibadah-ahmadiyah-1UVxtrX0c8.jpg Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara (Foto : MNC Portal)

JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai dalam kasus perusakan rumah ibadah jamaah Ahmadiyah di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, ada banyak ujaran kebencian yang bernada provokatif di media sosial (medsos). Hal itu bertujuan untuk melakukan tindak kekerasan.

Atas dasar itu, Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mendorong aparat kepolisian memproses aktor intelektual yang bertanggung jawab dalam upaya provokasi di ranah medsos.

"Jadi banyak ujaran kebencian dan provokasi dan ajaran berbuat kekerasan di social media. Kami mendorong polisi tak hanya memproses hukum, tetapi aktor intelektual yang mengoordinasi orkestrasi ujarnya kebencian di sosial media," tutur Beka di Jakarta, Senin (6/9/2021).

Ia memaparkan, pada 13 Agustus, pihaknya telah mencoba komunikasi dengan pihak Pemkab Sintang agar terus menjamin rasa aman dan damai di wilayahnya. Selain itu, pihaknya meminta hak konstitusional jamaah Ahmadiyah sebagai warga negara Indonesia dapat dijamin.

"Kami kirim pesan juga secara tertulis kepada Kapolda, kira-kira poinnya itu sama. Kapolda responnya singkat, 'siap diatensi'," ucap Beka.

Selain itu, Komnas HAM mendesak Pemkab Sintang agar hak beribadah dengan tenang daripada jamaah Ahmadiyah dapat diperhatikan. Ketenanganan, kata Beka, bisa didapat jika tak ada lagi gangguan.

Baca Juga : Komnas HAM Minta Mabes Polri Ambil Alih Kasus Perusakan Tempat Ibadah Ahmadiyah

"Kepada Pemkab Sintang hak jemaat Ahmadiyah agar bisa beribadah dengan tenang dan tidak ada gangguan," katanya.

Follow Berita Okezone di Google News

(erh)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini